Tipu Daya Sering Dibungkus dengan Kebaikan

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اَرْسِلْهُ  مَعَنَا  غَدًا  يَّرْتَعْ  وَيَلْعَبْ  وَاِ نَّا  لَهٗ  لَحٰـفِظُوْنَ

“Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia bersenang-senang dan bermain-main, dan kami pasti menjaganya.” (QS. Yusuf 12: Ayat 12)

Saudara-saudara Yusuf meminta izin mengajak Yusuf bermain, padahal mereka berniat jahat

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Saudara-saudara Yusuf kembali membujuk ayahnya dengan menyatakan, “Biarkanlah dia pergi berekreasi dengan kami besok ke tempat pengembalaan, berolah raga, dan berlomba. Kami akan membawa makanan yang enak-enak dan buah-buahan yang lezat, yang akan kami santap setelah selesai bermain-main. Kami akan selalu menjaga dan memeliharanya dari segala bahaya. Percayakanlah dia kepada kami. Insya Allah dia akan senang bersama kami dan kami pun menyenangi dia, dan dia akan kami bawa pulang dengan selamat dan tidak kurang suatu apa.”

Tadabbur dan Hikmah

  1. Tipu daya sering dibungkus dengan kebaikan; Saudara-saudara Yusuf menutupi niat jahat mereka dengan kalimat yang lembut, seolah ingin menyenangkan hati ayah dan membahagiakan Yusuf.  Pelajaran: tidak semua yang terlihat baik niatnya benar-benar tulus.
  2. Orang yang jujur pun bisa tertipu oleh kata-kata manis; Nabi Ya’qub adalah orang bijak, tapi beliau diuji dengan bujukan anak-anaknya. Pelajaran: kehati-hatian tetap perlu, bahkan kepada orang terdekat.
  3. Allah mengizinkan tipu daya itu terjadi sebagai bagian dari rencana besar-Nya. Dari peristiwa inilah dimulai perjalanan Yusuf menuju takdir mulia. Pelajaran: ujian dan kezaliman kadang menjadi jalan menuju kemuliaan yang Allah siapkan.

Doa untuk ditunjuki jalan kepada kebenaran ;

اللهم أرنا الحق حقاً وارزقنا اتباعه، وأرنا الباطل باطلاً وارزقنا اجتنابه.

“Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya, dan tunjukkanlah kebatilan sebagai kebatilan serta jauhkan kami darinya.