Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قَا لَ اِنِّيْ لَيَحْزُنُنِيْۤ اَنْ تَذْهَبُوْا بِهٖ وَاَ خَا فُ اَنْ يَّأْكُلَهُ الذِّئْبُ وَاَ نْـتُمْ عَنْهُ غٰفِلُوْنَ
“Dia (Ya’qub) berkata, Sesungguhnya kepergian kamu bersama dia (Yusuf) sangat menyedihkanku dan aku khawatir dia dimakan serigala, sedang kamu lengah darinya.” (QS. Yusuf 12: Ayat 13).
Nurani dan kasih sayang seorang ayah yang begitu kuat menjaga keselamatan anaknya
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Yakub berkata kepada mereka, “Hai anak-anakku! Aku akan menjadi gelisah dan sedih jika kamu membawanya bermain-main berolah raga dan berlomba dan tinggal sendirian karena masih kecil, dan belum sanggup melayanimu bermain-main? Siapa tahu datang serigala lalu menerkamnya sedangkan kamu semua sedang asyik bermain-main.”
Makna tadabbur:
Nabi Ya‘qub ‘alaihissalām memang seorang ayah yang sangat mengenal karakter anak-anaknya. Karena itu, kekhawatirannya terhadap Yusuf bukan sekadar rasa takut biasa, tapi lahir dari ketajaman nurani, pengalaman hidup, dan petunjuk dari Allah.
Sebagai ayah, Ya‘qub hafal sifat tiap anak. Ia tahu sebagian putra-putranya memiliki rasa iri dan cemburu kepada Yusuf karena ayah mereka tampak lebih dekat dengannya. Karena itu, ia tidak sepenuhnya percaya jika Yusuf dibawa pergi tanpa pengawasan.
Sebagai nabi, Ya‘qub memiliki firāsah (ketajaman batin) dan ilham dari Allah. Hatinya menangkap firasat bahwa Yusuf akan menghadapi sesuatu yang besar bila pergi bersama mereka.
Kasih sayang ayah sejati bukan hanya dalam memberi, tetapi juga dalam mengenali potensi bahaya sebelum terjadi.
Nabi Ya‘qub mengajarkan bahwa rasa khawatir orang tua sering kali adalah bentuk cinta yang paling murni.
Doa orang tua yang memohon perlindungan Allah untuk keselamatan anak-anaknya;
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حِفْظًا لِأَوْلَادِي، وَسَلَامَةً فِي دِينِهِمْ وَدُنْيَاهُمْ، وَاجْعَلْهُمْ فِي كَنَفِكَ وَرِعَايَتِكَ، وَاصْرِفْ عَنْهُمُ السُّوءَ وَالْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.
Allāhumma innī as’aluka ḥifẓan li-awlādī, wa salāmatan fī dīnihim wa dunyāhum, waj‘alhum fī kanafika wa ri‘āyatik, waṣrif ‘anhumus-sū’a wal-fitana mā ẓahara minhā wa mā baṭan.
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu perlindungan bagi anak-anakku, keselamatan dalam agama dan dunia mereka. Naungilah mereka dalam penjagaan dan pemeliharaan-Mu. Jauhkanlah dari mereka segala keburukan dan fitnah, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.”