Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَمَا ذَا عَلَيْهِمْ لَوْ اٰمَنُوْا بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَاَ نْفَقُوْا مِمَّا رَزَقَهُمُ اللّٰهُ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ بِهِمْ عَلِيْمًا
“Dan apa (keberatan) bagi mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menginfakkan sebagian rezeki yang telah diberikan Allah kepadanya? Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 39)
Karunia yang Allah berikan sangat banyak, harusnya tidak berat untuk menginfakkan sebagian saja
📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nisa Ayat 39
Sebenarnya beriman kepada Allah dan hari kemudian serta menginfakkan sebagian dari karunia yang diberikan oleh Allah yang sangat banyak itu, tidaklah berat. Dan apa sebenarnya keberatan bagi mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan apa kesulitannya jika mereka menginfakkan sebagian, bukan seluruhnya, dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadanya’ sungguh tidak ada kesulitan sedikit pun untuk melakukan hal itu. Dan ingatlah bahwa Allah sesungguhnya maha mengetahui segala sesuatu tentang keadaan mereka ayat yang lalu ditutup dengan sebuah pernyataan bahwa Allah maha mengetahui segala sesuatu tentang keadaan orang-orang sombong dan membanggakan diri itu.
Menafkahkan harta di jalan Allah, baik yang wajib seperti zakat, maupun yang sunah seperti sedekah yang dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat, untuk memberantas penyakit kemiskinan dan kebodohan, untuk penyiaran agama Islam dan untuk pengembangan ilmu pengetahuan sangat dituntut oleh agama, dan sangat dianjurkan oleh syara’. Sebab itu, banyak sekali ayat-ayat Alquran yang membicarakan masalah ini, serta memberikan dorongan yang kuat dan memberikan perumpamaan yang menggambarkan bagaimana beruntungnya orang yang suka berinfak dan betapa malangnya orang yang tidak mau menafkahkan hartanya.
Banyak riwayat yang berasal dari Rasulullah SAW yang menggambarkan keberuntungan orang-orang yang menafkahkan harta bendanya di jalan Allah, untuk memperoleh keridhoan-Nya dan untuk menjunjung tinggi agama-Nya.
Di antaranya ialah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Ibnu Mas’ud bahwa ia berkata, “Seorang lelaki telah datang membawa seekor unta yang bertali di hidungnya. Lalu orang tersebut berkata, “Unta ini saya nafkahkan di jalan Allah.”
Maka Rasulullah SAW bersabda, “Dengan nafkah ini, anda akan memperoleh di akhirat kelak tujuh ratus ekor unta yang juga bertali di hidungnya.” (Riwayat Muslim).
Sampai yang sudah meninggalpun, kalau diberi kesempatan kembali hidup, amalan yang akan dilakukannya adalah bersedekah saking besarnya ganjaran bagi yang bersedekah.
Dalam Alquran juga diungkapkan bahwa sedekah merupakan perkara yang paling ingin dilakukan orang yang meninggal seandainya dia dhidupkan lagi ke dunia. Allah SWT berfirman:
وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS Al Munafiqun ayat 10).
Semoga kita tidak termasuk orang yang kikir dan selalu dimudahkan untuk bersedekah