Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَكَيْـفَ اِذَا جِئْـنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍ بِۢشَهِيْدٍ وَّجِئْـنَا بِكَ عَلٰى هٰۤؤُلَآ ءِ شَهِيْدًا
“Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 41)
Nabi Muhammad bersaksi terhadap setiap umat
Setelah meninggal seseorang akan ditanya beberapa pertanyaan dalam kuburnya. Jika dia bisa menjawab maka dia akan selamat jika tidak dia akan celaka. Salah satu pertanyaan tersebut adalah “Siapa Nabimu?”
Tidak ada orang yang bisa menjawabnya kecuali yang diberi taufik oleh Allah untuk melakukan syarat-syarat kesaksian ini semasa hidup. Allah memberikan ketetapan hati dan ilham di dalam kuburnya sehingga kesaksian ini memberikan manfaat kepadanya di akhirat nanti.
Adapun syarat-syarat tersebut dijelaskan dalam Buku Tafsir Al-‘Usyr Al-Akhir Alquran.
Pertama, Muslim mentaati Nabi Muhammad dalam setiap hal yang ia perintahkan dan contohkan. Allah berfirman dalam surat Ali’ Imran ayat 31:
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
“Semua umatku akan masuk surga kecuali mereka yang menolak.” Kemudian para sahabat bertanya “Siapakah yang menolak wahai Rasulullah?” Lalu dia menjawab “Siapa saja mentaatiku maka ia masuk surga dan siapa yang tidak taat kepadaku berarti dia telah menolak,” (HR Bukhari).
Kedua adalah mempercayai apa yang Rasulullah sampaikan. Siapa yang mendustakan sesuatu yang telah shahih dari Nabi Muhammad karena keinginan tertentu atau hawa nafsu maka ia telah mendustai Allah dan rasul-Nya. Sebab, Nabi adalah orang yang terpelihara dari kesalahan dan bohong. Allah berfirman dalam surat An-Najm ayat 3:
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى
“dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut keinginannya.”
Ketiga; adalah seseorang menjauhi apa yang Rasulullah larang, mulai dari dosa paling besar hingga dosa kecil. Keimanan seorang Muslim bertambah sesuai dengan tingkat kecintaannya kepada Rasulullah. Jika imannya bertambah, maka Allah akan menjadikan dia manusia yang selalu melakukan perbuatan sholeh.
Di akhirat kita akan dikumpulkan bersama orang orang yang kita cintai, sebagai muslim cinta kita kepada nabi Muhammad harus melebihi cinta kita kepada yang lain, yang paling utama mencintai Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ اِلإِيْمَانِ : أَنْ يَكُوْنَ اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا
“Ada tiga perkara yang bila seseorang memilikinya, niscaya akan merasakan manisnya iman, ‘Yaitu, kecintaannya pada Allah dan RasulNya lebih dari cintanya kepada selain keduanya……”. (HR. Bukhari )
Dari Anas bin Malik, ia berkata: “seseorang datang menemui Rasulullah : “Wahai Rasulullah, kapan akan terjadi hari kiamat?” beliau bersabda: “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” ia menjawab: “kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.” Lalu beliau bersabda: “sesungguhnya engkau akan bersama-sama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Muslim)
Hadits Nabi ﷺ, dan ini shohih mengatakan bahwa: [المرأ مع من أحب]”Al-mar’u Ma’a man Ahabba” (seseorang itu akan bersama siapa yang ia cintai) maksud hadits tersebut ialah, seorang Muslim akan dibangkitkan nanti di hari kiamat dan dikumpulkan bersama orang-orang yang ia cintai…
Semoga nanti di akhirat kelak bersama Rassulluloh SAW dan orang yang kita cintai