Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
كَمَاۤ اَنْزَلْنَا عَلَى الْمُقْتَسِمِيْنَ ۙ
“Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang yang memilah-milah (Kitab Allah),” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 90).
Jangan Memilih-Milih Ajaran Allah Sesuai Hawa Nafsu
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI memperingatkan kaum kafir Mekah tentang datangnya azab akibat penolakan mereka terhadap dakwah Nabi Muhammad, Allah berfirman, “Sebagaimana Kami telah memberi kamu peringatan, sesungguhnya Kami telah menurunkan azab kepada orang yang memilah-milah Kitab Allah dan menyifatinya dengan berbagai macam sifat yang batil, yaitu orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur’an itu terbagi-bagi ke dalam berbagai macam penamaan, seperti sihir, syair, tenung, atau lainnya, dan dengan berbagai sikap; sebagiannya mereka benarkan dan sebagian yang lain mereka ingkari.
“Al-muqtasimīn” (الْمُقْتَسِمِينَ) adalah orang-orang yang membagi-bagi, memilah-milah, atau memperlakukan wahyu Allah secara tidak utuh, sehingga mereka tidak menerima kebenaran sebagaimana mestinya.
Para ulama tafsir menjelaskan maknanya dalam beberapa penafsiran yang saling melengkapi:
1. Orang yang memecah-belah Kitab Allah
Menurut Ibnu Katsir, mereka adalah orang-orang yang:
Mereka memilih ayat yang menguntungkan kepentingan mereka, lalu mengabaikan ayat yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.
Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 85: “Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab dan ingkar kepada sebagian yang lain?”
2. Orang-orang yang memberi cap berbeda-beda terhadap Al-Qur’an
Sebagian mufasir menjelaskan bahwa ayat ini juga mengacu kepada kaum musyrik Mekah.
Mereka sepakat untuk menghalangi manusia dari dakwah Nabi ﷺ, tetapi mereka membagi-bagi tuduhan terhadap Al-Qur’an:
Mereka sengaja membuat berbagai label agar masyarakat bingung dan menjauhi Al-Qur’an.
3. Orang yang memecah agama menjadi kelompok-kelompok
Sebagian ulama juga memahami ayat ini sebagai peringatan kepada siapa pun yang menjadikan agama sebagai alat kepentingan, sehingga ajaran Allah dipotong-potong dan tidak diamalkan secara utuh.
Pelajaran untuk kita
Ayat ini mengingatkan agar seorang mukmin:
Inilah salah satu bentuk ketakwaan yang ditekankan dalam Al-Qur’an: berserah diri kepada seluruh petunjuk Allah, bukan memilih-milih sesuai selera.
“Jangan memperlakukan Kitab Allah secara selektif; terimalah seluruh petunjuk-Nya dengan iman dan ketaatan.”
QS. Al-Baqarah: 208 yang memerintahkan agar seorang mukmin menerima Islam secara menyeluruh.
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”
(QS. Al-Baqarah [2]: 208)
Ayat ini menegaskan bahwa seorang mukmin tidak boleh hanya menjalankan ajaran yang disukai, lalu mengabaikan ajaran yang terasa berat. Islam harus diterima dan diamalkan secara utuh.
Seorang mukmin hendaknya menerima, mengimani, dan berusaha mengamalkan seluruh ajaran Allah, bukan hanya yang sesuai dengan keinginan atau kepentingannya.
Doa agar diteguhkan hati untuk menerima seluruh ajaran-Nya, menjauhkan dari hawa nafsu, dan mengistiqamahkan dalam Islam secara kaffah.
اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَاجْعَلْنَا نُؤْمِنُ بِكِتَابِكَ كُلِّهِ، وَنَعْمَلُ بِهِ كُلِّهِ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِمَّنْ يَأْخُذُونَ بِبَعْضِهِ وَيَتْرُكُونَ بَعْضَهُ، وَأَعِذْنَا مِنَ الْهَوَى وَاتِّبَاعِ الشَّهَوَاتِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الَّذِينَ يَدْخُلُونَ فِي الْإِسْلَامِ كَافَّةً، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْإِيمَانِ وَالتَّقْوَى. آمِينَ.
“Ya Allah, Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu. Jadikanlah kami orang-orang yang mengimani seluruh Kitab-Mu dan berusaha mengamalkan seluruh ajaran-Mu. Jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang mengambil sebagian ajaran-Mu lalu meninggalkan sebagian yang lain. Lindungilah kami dari mengikuti hawa nafsu dan godaan syahwat. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang masuk ke dalam Islam secara menyeluruh (kaffah), serta wafatkanlah kami dalam keadaan Husnul khotimah