Rasulullah: Pemberi Peringatan yang Jelas Sebelum Azab Datang

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقُلْ  اِنِّيْۤ  اَنَا  النَّذِيْرُ  الْمُبِيْنُ ۚ

“Dan katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 89)

Rasulullah: Pemberi Peringatan yang Jelas Sebelum Azab Datang

Di dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Dan katakanlah kepada orang kafir, wahai Nabi Muhammad, “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas kepada kalian tentang hukuman atas keingkaran kalian.”

Ayat ini lebih menekankan identitas dan tugas Nabi sebagai pemberi peringatan (an-nadzīr) daripada langsung menyebut hukuman.

Dalam Al-Qur’an, inzār (peringatan) cakupannya lebih luas daripada sekadar azab dan neraka. Peringatan mencakup:

  1. Azab di dunia, seperti yang dialami kaum ’Ad, Tsamud, kaum Luth, dan lainnya.
  2. Azab di akhirat, termasuk neraka bagi orang yang tetap kafir dan mendustakan Allah.
  3. Akibat buruk dari dosa, baik di dunia maupun di akhirat.
  4. Ajakan untuk bertobat, sebelum hukuman itu datang.

Jadi, azab dan neraka adalah bagian dari isi peringatan, tetapi peringatan itu sendiri lebih luas. Tujuannya bukan semata-mata menakut-nakuti, melainkan agar manusia sadar, kembali kepada Allah, dan selamat dari hukuman.

Menurut alur Surah Al-Hijr, ayat 89 menjadi penegasan setelah Allah menyebutkan berbagai kisah umat terdahulu yang dibinasakan. Seakan-akan Allah berfirman, “Semua kisah itu adalah peringatan, dan tugas Rasul hanyalah menyampaikannya dengan jelas.”

Dalam al Quran ayat lain surat lain “sampaikanlah kisah-kisah supaya mereka berpikir” QS. Al-A’rāf [7]: 176

فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.”

Ayat ini sangat selaras dengan QS. Al-Hijr, karena setelah Allah menceritakan kehancuran umat-umat terdahulu, tujuannya adalah agar manusia mengambil pelajaran, bukan sekadar mengetahui sejarah.

Selain itu, ada beberapa ayat lain yang menegaskan bahwa tugas Rasul adalah memberi peringatan dengan jelas:

1. QS. Al-Hijr [15]: 89
“Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas.”

2. QS. Yasin [36]: 17
“Kewajiban kami hanyalah menyampaikan (risalah) dengan jelas.”

3. QS. An-Nahl [16]: 82
“Kewajibanmu hanyalah menyampaikan (agama) dengan jelas.”

4. QS. Al-Mā’idah [5]: 99
“Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan (amanat).”

5. QS. Qāf [50]: 45
“Maka berilah peringatan dengan Al-Qur’an kepada orang yang takut akan ancaman-Ku.”

6. QS. Al-A’rāf [7]: 176
“Ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.”

Al Quran 2/3 nya berisi tentang kisah kisah supaya manusia mengambil pelajaran. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah kisah umat terdahulu lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Itulah tujuan utama Allah mengabadikan kisah-kisah tersebut dalam Kitab-Nya.

“Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup kami. Bukalah hati kami untuk memahami ayat-ayat-Mu, mengambil pelajaran dari kisah-kisah umat terdahulu, serta menjauhkan kami dari jalan orang-orang yang mendustakan-Mu. Karuniakanlah kepada kami hati yang lembut untuk menerima nasihat, lisan yang senantiasa mengingat-Mu, dan amal yang Engkau ridai. Wafatkanlah kami dalam keadaan beriman, istiqamah, dan termasuk hamba-hamba-Mu yang memperoleh keselamatan di dunia dan di akhirat. Āmīn Yā Rabbal ’Ālamīn.