Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اٰمِنُوْا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّـطْمِسَ وُجُوْهًا فَنَرُدَّهَا عَلٰۤى اَدْبَا رِهَاۤ اَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّاۤ اَصْحٰبَ السَّبْتِ ۗ وَكَا نَ اَمْرُ اللّٰهِ مَفْعُوْلًا
“Wahai orang-orang yang telah diberi kitab! Berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu, sebelum Kami mengubah wajah-wajah(mu), lalu Kami putar ke belakang atau Kami laknat mereka sebagaimana Kami melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabat (Sabtu). Dan ketetapan Allah pasti berlaku.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 47)
Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I
Karena kitab-kitab Allah antara yang satu dengan yang lainnya saling membenarkan, maka jika mereka menolak (tidak beriman) kepada salah satunya, seperti tidak beriman kepada Al Qur’an, sesungguhnya mereka sama saja tidak beriman kepada semua kitab Allah. Pada ayat ini juga terdapat dorongan bagi mereka, yakni sepatutnya mereka lebih dulu beriman kepada Al Qur’an sebelum yang lainnya karena ilmu yang telah diberikan Allah kepada mereka. Oleh karena itu, Allah mengancam dengan menghapus wajah mereka, jika tetap tidak beriman.
Maksudnya ialah mengubah muka menjadi polos (tidak ada mata dan hidung) seperti bagian belakang kepala mereka. Hal ini merupakan balasan terhadap amal yang mereka kerjakan. Karena mereka telah meninggalkan kebenaran dan mengutamakan kebatilan serta memutarbalikkan fakta, yang batil menjadi hak dan yang hak menjadi batil, maka mereka diberi balasan dengan dihapuskan wajah mereka sebagaimana mereka telah menghapus kebenaran.
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِيْنَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِيْ السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خَا سِئِـيْنَ
“Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, Jadilah kamu kera yang hina!”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 65)
وَسْــئَلْهُمْ عَنِ الْـقَرْ يَةِ الَّتِيْ كَا نَتْ حَا ضِرَةَ الْبَحْرِ ۘ اِذْ يَعْدُوْنَ فِى السَّبْتِ اِذْ تَأْتِيْهِمْ حِيْتَا نُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَّيَوْمَ لَا يَسْبِتُوْنَ ۙ لَا تَأْتِيْهِمْ ۛ كَذٰلِكَ ۛ نَبْلُوْهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَفْسُقُوْنَ
“Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat, (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 163).
Godaan harta, tahta dan wanita sering mengabaikan larangan Allah SWT.
“Katakanlah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu nilainya kecil. Nilai akhirat jauh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.” (An Nisa: 77).
Ketetapan Allah pasti berlaku, bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin …”Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka terjadilah ia.” (QS Yaasiin: 82).
Semoga semua ketetapan yang Allah SWT tentukan untuk kita adalah baik.