Perbedaan Orang Muslim dan Yahudi ketika Mendengar Ayat Al Qur’an

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

مِنَ  الَّذِيْنَ  هَا دُوْا  يُحَرِّفُوْنَ  الْـكَلِمَ  عَنْ  مَّوَا ضِعِهٖ  وَ  يَقُوْلُوْنَ  سَمِعْنَا  وَعَصَيْنَا  وَا سْمَعْ  غَيْرَ  مُسْمَعٍ  وَّرَا عِنَا  لَـيًّا  بِۢاَ  لْسِنَتِهِمْ  وَطَعْنًا  فِيْ  الدِّيْنِ   ۗ وَلَوْ  اَنَّهُمْ  قَا لُوْا  سَمِعْنَا  وَاَ طَعْنَا  وَا سْمَعْ  وَا نْظُرْنَا  لَـكَا نَ  خَيْرًا  لَّهُمْ  وَاَ قْوَمَ   ۙ وَ  لٰـكِنْ  لَّعَنَهُمُ  اللّٰهُ  بِكُفْرِهِمْ  فَلَا  يُؤْمِنُوْنَ  اِلَّا  قَلِيْلًا

“(Yaitu) di antara orang Yahudi, yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Dan mereka berkata, Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula), Dengarlah, sedang (engkau Muhammad sebenarnya) tidak mendengar apa pun. Dan (mereka mengatakan), Ra‘ina, dengan memutarbalikkan lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan, Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, tetapi Allah melaknat mereka karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali sedikit sekali.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 46)

Orang Yahudi;
Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya = Sami’na wa ashoyna.

Orang Muslim
Kami mendengar dan taat = Sami’na wa atho’na

Orang Yahudi ;
Mereka tidak beriman kecuali sedikit sekali.”

Orang Muslim;
Imannya bisa bertambah dan bisa berkurang…

Iman itu bisa bertambah dan berkurang, bahkan bisa sempurna. Inilah akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا
“Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya.” (QS. Al-Mudatsir: 31)
فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا
“Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya.” (QS. At-Taubah: 124)
فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا
“Karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka.” (QS. Ali Imran: 173)
وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا
“Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.” (QS. Al-Ahzab: 22)
Masih banyak ayat Al-Qur’an yang menerangkan seperti di atas.

Orang mu’min supaya bertambah imannya, bersegera dalam kebaikan dan kebenaran.

اُولٰٓئِكَ  يُسَا رِعُوْنَ  فِيْ  الْخَيْـرٰتِ  وَهُمْ  لَهَا  سٰبِقُوْنَ
“mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 61)

dan segala apa yang Allah dan Rasul perintahkan kepadanya “sami’na wa atho’na” kami dengar dan kami taat

اِنَّمَا  كَا نَ  قَوْلَ  الْمُؤْمِنِيْنَ  اِذَا  دُعُوْۤا  اِلَى  اللّٰهِ  وَرَسُوْلِهٖ  لِيَحْكُمَ  بَيْنَهُمْ  اَنْ  يَّقُوْلُوْا  سَمِعْنَا  وَاَ طَعْنَا   ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ  هُمُ  الْمُفْلِحُوْنَ
“Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, Kami mendengar, dan kami taat. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 51)

Sebaliknya orang-orang yahudi, kafir, fasiq dan munafik mereka bersegera dalam ma’siyat dan kemungkaran, dan bila dinasehati kebaikan dan kebenaran, mereka fikir-fikir, tawar menawar dan mencari dalilh untuk kepentingan nafsunya, “sami’na wa ashoihna” kami dengar dan kami ingkari.

مِنَ  الَّذِيْنَ  هَا دُوْا  يُحَرِّفُوْنَ  الْـكَلِمَ  عَنْ  مَّوَا ضِعِهٖ  وَ  يَقُوْلُوْنَ  سَمِعْنَا  وَعَصَيْنَا  ‘’
“(Yaitu) di antara orang Yahudi, yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Dan mereka berkata, Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya….”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 46)

Kita termasuk yang mana “Sami’na wa a’thona atau Sami’na wa ahoiyna “???

“Ya Allah jadikanlah kami diantara hamba-hamba-Mu yang menyegerakan diri dalam kebaikan dan kebenaran dan selalu sami’na wa atho’na perintah dan larangan-Mu …Aamiin”.