Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Orang tua mana yang tidak bangga jika putra dan putrinya bisa menghafal Quran sejak dini? Bukan hanya membaca tapi menghafal Al Quran, menjadi seorang hafidz di usia muda bukanlah hal yang mudah. Butuh program dan teknik khusus yang dapat membuat anak bisa mencintai Al Quran sejak dini. Ditambah dorongan dari orang tua sebagai madrasah pertama dan juga dukungan dari lingkungan yang baik dan dorongan dari sekolah bisa membuat anak menjadi seorang hafidz Quran meskipun masih dalam usia belia.
Ananta Yuda Prasetya salah satu siswa SD Al Masoem yang berhasil menghafal Al Quran sebanyak 6 juz, bahkan target ramadhan tahun ini ingin melanjutkan ke juz berikutnya. “Baru hafal 6 juz, yaitu juz 30,29,28,27,26,25. Tapi juz 25 masih belum hafal semua” ungkapnya ketika ditemui dalam kegiatan Haflah Hifdzil Qur’an 1444 H pada Rabu (12/04).

Ada banyak metode yang diberikan oleh orang tua Ananta Yuda Prasetya, salah satunya adalah dengan mendengarkan murottal setiap malam ketika putranya akan tidur. Secara tidak langsung murottal yang didengarkan secara langsung ketika anak akan tidur akan meresap ke dalam pikiran anak yang merupakan salah satu metode yang simpel untuk membuat anak mencintai Al Quran, tapi dibalik itu juga ditambah dengan dukungan orang tua yang siap membantu anak dalam menghafal Al Quran, ini yang paling penting karena mau bagaimana juga orang tua terutama Ibu adalah madrasah pertama bagi anak anaknya, dukungan orang tua yang bijaksana dapat memaksimalkan anak dalam menghafal Al Quran.
“Saya menghafal sama mama (ibu), memang hampir setiap hari murajaah Al Quran dengan mamah” ungkapnya. Kebiasaan ini yang membuat Ananta Yuda Prasetya menjadi bisa menghafal juz 30 di usia 6 tahun, dan berhasil menghafal 6 juz saat sekarang kelas 3 SD. Ketika ditanya motivasi apa yang membuat Ananta Yuda Prasetya mampu menghafal Al Quran hingga 6 juz di usia dini, Ananta Yuda Prasetya dengan polosnya hanya bilang “Bisa buat hati dingin” ungkapnya.

Ananta Yuda Prasetya adalah satu dari 25 siswa yang ikut serta dalam kegiatan Haflah Hifdzil Qur’an 1444 H ditambah Ananta Yuda Prasetya merupakan satu satunya siswa SD yang ikut serta dalam kegiatan ini sebagai peserta dari usia paling dini yang bisa menghafal Al Quran hingga 6 juz meskipun dalam kegiatan Haflah Hifdzil Qur’an 1444 H, Ananta Yuda Prasetya hanya ingin mengaji sebanyak 5 juz saja. “Masih sering lupa juz 25 nya, jadi 5 juz aja” Tutupnya.
Memiliki putra seorang hafidz Quran diusia dini memang merupakan sebuah kebanggaan yang tidak bisa digantikan dengan prestasi lainnya. Jika prestasi belajar dan prestasi non akademis merupakan hal yang umum, tapi anak seusia Ananta Yuda Prasetya yaitu sekitar 9 tahun sudah bisa menghafal 6 juz merupakan sebuah kebanggaan yang memang tidak ternilai harganya. Bayangkan saja, sudah menjadi seorang hafidz Quran sejak SD orang tua mana yang tidak bangga? Apresiasi patut diberikan kepada Ananta Yuda Prasetya atas prestasinya yang membanggakan. Al Ma’soem biasanya memberikan beasiswa tahfidz Quran berupa gratis SPP bagi siswa yang memiliki hafalan Al Quran, yaitu 1 juz untuk 1 bulan berarti kalau lebih dari 1 maka adalah sebanyak juz yang anda miliki, anda tertarik?