أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَجَآءُوْۤ اَبَاهُمْ عِشَآءً يَّبْكُوْنَ
“Kemudian mereka datang kepada ayah mereka pada petang hari sambil menangis.” (QS. Yusuf 12: Ayat 16)
Tipu daya yang dibungkus dengan kepura-puraan dan tangisan palsu
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada kedua ayat ini dikisahkan bahwa saudara-saudara Yusuf kembali menemui Yakub pada petang hari dengan muka yang pucat dan dengan air mata yang bercucuran seraya berkata, “Wahai ayah kami, apa yang ayah khawatirkan selama ini benar-benar telah terjadi tanpa kemauan kami. Kami pergi bermain-main, dan kami tinggalkan Yusuf untuk menjaga pakaian dan barang-barang kami. Rupanya tanpa kami sadari karena asyiknya kami bermain, kami sudah jauh terpisah dari dia. Setelah kami kembali, kami dapati Yusuf sudah diterkam dan dimakan oleh serigala.
Kami tidak mendengar pekik dan teriaknya karena kami telah jauh meninggalkan tempatnya. Kami menyadari bahwa ayah tidak akan percaya kepada cerita kami ini, meskipun kami menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi karena ayah selalu menaruh curiga terhadap kami. Tetapi malang yang tak dapat ditolak inilah yang terjadi dan kamipun tidak berdaya untuk menolongnya.”
Tipu daya saudara-saudara Nabi Yusuf terhadap ayah mereka, Nabi Ya’qub. Mereka pura-pura sedih dan menangis di waktu petang hari untuk menipu ayahnya, agar beliau percaya bahwa Yusuf telah dimakan serigala, sesuai rencana licik mereka.
Pokok-pokok kandungan ayat:
- Kepura-puraan dan kebohongan — mereka menangis bukan karena kehilangan sungguhan, tetapi sebagai bagian dari rencana menipu.
- Waktu petang hari dipilih agar suasana lebih meyakinkan dan mengaburkan kebohongan mereka.
- Ujian bagi Nabi Ya’qub — Allah menguji kesabaran dan keteguhan imannya melalui peristiwa ini.
- Pelajaran moral: kebohongan dan kedengkian terhadap saudara sendiri membawa akibat buruk dan dosa besar.
Doa agar dijauhkan dari sifat iri dan kebohongan, serta diberi kesabaran
اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الْكِذْبَ وَالْغِشَّ وَالْحَسَدَ، وَارْزُقْنِي صِدْقَ الْقَلْبِ وَصَبْرَ يَعْقُوبَ عَلَيْهِ السَّلَامُ
Allāhumma jannibnī al-kidzb wa al-ghishsha wa al-hasada, warzuqnī ṣidqal-qalbi wa ṣabra Ya‘qūba ‘alayhis-salām.
“Ya Allah, jauhkanlah aku dari dusta, tipu daya, dan iri hati.
Anugerahkanlah kepadaku kejujuran hati dan kesabaran seperti kesabaran Nabi Ya‘qub ‘alaihissalām.”