Tawakal dan Sabar: Jalan Menuju Kecukupan dari Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا  لَـنَاۤ  اَ  لَّا  نَـتَوَكَّلَ  عَلَى  اللّٰهِ  وَقَدْ  هَدٰٮنَا  سُبُلَنَا  ۗ وَلَــنَصْبِرَنَّ  عَلٰى  مَاۤ  اٰذَيْتُمُوْنَا  ۗ وَعَلَى  اللّٰهِ  فَلْيَتَوَكَّلِ  الْمُتَوَكِّلُوْنَ

“Dan mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah, sedangkan Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh, akan tetap bersabar terhadap gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang yang bertawakal berserah diri.” (QS. Ibrahim 14: Ayat 12).

Tawakal kepada Allah adalah sikap utama orang beriman dalam menghadapi segala keadaan

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada ayat ini diterangkan penegasan para rasul kepada umat mereka, bahwa bagi mereka tidak ada alasan sama sekali untuk tidak bertawakal kepada Allah swt, karena Dia telah memberikan rahmat dan nikmat yang banyak sekali kepada mereka. Di antaranya ialah bahwa Allah swt telah menunjukkan kepada mereka jalan lurus yang mengantarkan mereka kepada cahaya iman yang terang benderang sehingga mereka memperoleh rida-Nya di dunia dan di akhirat.

Oleh sebab itu, mereka akan menghadapi semua ancaman umat mereka dengan penuh kesabaran dan keuletan serta tawakal kepada Yang Mahakuasa. Hanya kepada Allah semata-mata orang-orang mukmin bertawakal dan berserah diri. Mereka tidak merasa gentar ataupun takut terhadap ancaman orang-orang yang tidak beriman karena segala sesuatu di alam ini tunduk di bawah kekuasaan Allah.

Siapa yang bersandar kepada Allah (tawakal) dan bertahan dalam ujian (sabar), maka Allah akan mencukupkan rezekinya dengan cara yang tak disangka.

وَّيَرْزُقْهُ  مِنْ  حَيْثُ  لَا  يَحْتَسِبُ  ۗ وَمَنْ  يَّتَوَكَّلْ  عَلَى  اللّٰهِ  فَهُوَ  حَسْبُهٗ  ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  بَا لِغُ  اَمْرِهٖ  ۗ قَدْ  جَعَلَ  اللّٰهُ  لِكُلِّ  شَيْءٍ  قَدْرًا

“dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. At-Talaq 65: Ayat 3).

Hubungan yang sangat kuat antara tawakal, sabar, dan kecukupan rezeki sebagaimana tergambar dalam QS At-Talaq ayat 3. Bahkan, ayat ini bisa dibilang menjadi “rumus kehidupan” bagi orang beriman.

Berikut beberapa tadabur (pelajaran mendalam) dari Ibrahim ayat 12:

1. Tawakal adalah kewajiban, bukan pilihan

Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada alasan bagi orang beriman untuk tidak bertawakal. Karena Allah sudah memberi petunjuk, maka wajar jika hati bersandar hanya kepada-Nya.

2. Hidayah adalah alasan untuk percaya penuh kepada Allah

Ketika Allah sudah menunjukkan jalan yang lurus, itu menjadi bukti bahwa Dia layak dipercaya dalam segala urusan hidup.

3. Sabar dan tawakal harus berjalan bersama

Para rasul menegaskan bahwa mereka akan bersabar atas gangguan dan ancaman, sambil tetap bertawakal.
Artinya: tawakal bukan pelarian, tapi kekuatan untuk bertahan.

4. Tawakal menghilangkan rasa takut kepada manusia

Orang yang benar-benar bertawakal tidak gentar terhadap ancaman manusia, karena yakin semua berada dalam kekuasaan Allah.

5. Tawakal adalah ciri orang beriman sejati

Penutup ayat ini menegaskan: hanya kepada Allah orang-orang beriman bertawakal. Jadi, tawakal adalah indikator keimanan, bukan sekadar ucapan.

  • Karena Allah telah memberi petunjuk, maka orang beriman wajib bersabar dan bertawakal hanya kepada-Nya, tanpa takut kepada selain-Nya.
  • Seorang beriman harus bersandar penuh kepada Allah (tawakal) dan sabar dalam menghadapi ujian
  • Orang yang bertawakal akan diberi kekuatan sabar, dan dengan itu Allah akan mencukupkan rezekinya

Doa supaya tawakal, sabar dan dicukupkan rejeki ;

اللَّهُمَّ إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَيْكَ، فَارْزُقْنِي صَبْرًا، وَاكْفِنِي بِفَضْلِكَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَوَكِّلِينَ

Allāhumma innī tawakkaltu ‘alaik, farzuqnī shabran, wakfinī bifadhlik, waj‘alnī minal mutawakkilīn.

“Ya Allah, aku bertawakal kepada-Mu, maka karuniakan aku kesabaran, cukupkan aku dengan karunia-Mu, dan jadikan aku termasuk orang-orang yang bertawakal”