Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَقَا لَ مُوْسٰى رَبَّنَاۤ اِنَّكَ اٰتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَاَ هٗ زِ يْنَةً وَّاَمْوَا لًا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۙ رَبَّنَا لِيُضِلُّوْا عَنْ سَبِيْلِكَ ۚ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلٰۤى اَمْوَا لِهِمْ وَا شْدُدْ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوْا حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَا بَ الْاَ لِيْمَ
“Dan Musa berkata, Ya Tuhan kami, Engkau telah memberikan kepada Fir’aun dan para pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka dan kuncilah hati mereka sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih.” (QS. Yunus 10: Ayat 88)
Doa Nabi Musa memohon kepada Allah agar menghancurkan kekuasaan dan kekayaan Fir’aun karena kesombongan mereka, serta agar hati mereka dikunci sehingga tidak beriman sampai mereka melihat azab
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini dijelaskan pembangkangan dan perbuatan sewenang-wenang Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya, kecemasan dan ketakutan Bani Israil, dan pengaduan Musa kepada Allah tentang nikmat yang melimpah yang diberikan kepada Firaun dan kaumnya seperti perhiasan emas permata, pakaian kebesaran yang mewah, dan kekayaan lainnya, namun segala nikmat yang diberikan Allah itu justru menjadikan mereka sesat dari jalan Allah. Bahkan mereka bertambah sombong dan berbuat aniaya di atas harta kekayaan itu. Allah seakan membiarkan mereka dalam kesesatan sehingga mereka tidak beriman.
Lalu Nabi Musa mendoakan kehancuran Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya dengan alasan sebagai berikut: Pertama, Kufur terhadap nikmat Allah. Suatu kenyataan bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya memiliki kekuasaan dan kekuatan yang besar. Di samping itu, ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncaknya di zaman Firaun di Mesir. Barang-barang peninggalan Firaun, baik yang terdapat di museum Mesir ataupun di Eropa dan Amerika, menunjukkan ketinggian peradaban dan kebudayaan mereka. Demikian pula benda-benda purbakala dan bangunan-bangunan kuno yang terdapat di Mesir. Dalam pemerintahan, Firaun memegang kekuasaan mutlak bahkan kepada rakyatnya dia mengaku dirinya sebagai tuhan.
Kedua, Menolak kebenaran. Kenyataan menunjukkan bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya telah jauh meninggalkan nilai-nilai moral kemanusiaan dan agama. Hak asasi manusia tidak dihargainya. Mereka hidup dalam kemewahan, di atas derita rakyat. Musa a.s. telah berupaya membawa Firaun dan pembesar-pembesarnya ke jalan Allah, dengan menunjukkan bukti-bukti kerasulannya. Dia berikan ajaran tentang kebenaran, keadilan, nasehat dan peringatan siksa Allah, dan malapetaka, akibat perbuatannya. Akan tetapi seruan Musa tidak mendapat sambutan yang baik bahkan mendapat tantangan serta permusuhan. Dengan demikian kemungkinan untuk menyeru Firaun dan kaumnya ke jalan Allah telah tertutup serta keimanan mereka tidak dapat diharapkan lagi.
Membiarkan Firaun dan pembesar-pembesarnya dengan kekuasaan, kejayaan dan kekuatannya yang besar sedangkan prinsip dasar hidup mereka jauh lebih rendah dari nilai-nilai moral kemanusiaan dan agama, sangat membahayakan perdamaian dunia dan kesejahteraan umat manusia. Mereka dengan kekuatan dan kekuasaannya, berbuat maksiat dan kerusakan di muka bumi, mengancam keselamatan umat manusia. Oleh karena itu, Nabi Musa memanjatkan doa kepada Allah untuk kebahagiaan umat manusia, agar Allah melumpuhkan kekuatan Firaun dengan membiarkan mereka dalam kesesatan, sebab kesesatan mereka akan mengakibatkan kehancuran mereka sendiri. Nabi Harun sebagai pembantu utama Nabi Musa, mengamini doa Nabi Musa itu.
Beberapa poin tadabur dari Surah Yunus ayat 88:
1. Doa sebagai senjata orang beriman
Nabi Musa tidak langsung membalas kekejaman Fir’aun dengan kekuatan, tetapi ia mengadu dan berdoa kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa doa adalah senjata utama dan bentuk tawakal yang tinggi.
Pelajaran: Saat menghadapi ketidakadilan atau kezaliman, jangan lupakan kekuatan doa. Minta pada Allah dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.
2. Harta dan kekuasaan bisa jadi ujian yang menyesatkan
Musa menyebut bahwa kekayaan dan kekuasaan yang diberikan kepada Fir’aun hanya membuat mereka makin sombong dan menjauh dari jalan Allah.
Pelajaran: Kekayaan dan kekuasaan bukan tanda keberkahan jika menjauhkan seseorang dari ketaatan. Justru bisa menjadi istidraj (penundaan azab dengan nikmat).
3. Hati yang tertutup akibat kesombongan
Musa meminta agar hati Fir’aun dan pengikutnya dikunci, karena mereka sudah terlalu keras dan enggan menerima kebenaran.
Pelajaran: Kesombongan bisa menyebabkan hati tertutup dari hidayah. Kita harus menjaga hati tetap lembut dan terbuka terhadap nasihat dan kebenaran.
4. Ketegasan dalam menghadapi kebatilan
Doa Nabi Musa menunjukkan bahwa ada titik di mana kebaikan harus bersikap tegas terhadap kezaliman — ketika peringatan tidak lagi didengar dan kezaliman terus berlangsung.
Pelajaran: Bersikap tegas terhadap kebatilan bukan berarti tidak sabar, tapi bagian dari keadilan dan bentuk kasih sayang terhadap kebenaran.
Doa menghadapi kezaliman, kesombongan penguasa, atau kekuatan yang digunakan untuk menyesatkan:
اللَّهُمَّ ابْطِلْ كَيْدَ الظَّالِمِينَ، وَزَلْزِلْ أَسَاسَهُمْ، وَافْضَحْ نِيَاتِهِمْ، وَاجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي نُحُورِهِمْ، وَلا تَجْعَلْ لَهُمْ سَبِيلًا عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
“Ya Allah, hancurkan tipu daya orang-orang zalim, guncangkan dasar kekuatan mereka, bongkarlah niat busuk mereka, dan balaslah makar mereka kepada diri mereka sendiri. Jangan Engkau beri mereka jalan atas orang-orang yang beriman.”