أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
يٰۤـاِبْرٰهِيْمُ اَعْرِضْ عَنْ هٰذَا ۚ اِنَّهٗ قَدْ جَآءَ اَمْرُ رَبِّكَ ۚ وَاِ نَّهُمْ اٰتِيْهِمْ عَذَا بٌ غَيْرُ مَرْدُوْدٍ
“Wahai Ibrahim! Tinggalkanlah (perbincangan) ini, sungguh, ketetapan Tuhanmu telah datang, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Hud 11: Ayat 76)
Nabi Ibrahim diminta untuk tidak lagi membela kaum Luth, karena Allah telah menetapkan keputusan azab atas mereka akibat kedurhakaan dan perbuatan keji yang terus-menerus mereka lakukan.
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Akhirnya para malaikat dengan tegas mengatakan kepada Ibrahim sambil menolak permintaannya yang dikemukakan dengan sungguh-sungguh. Janganlah ia membicarakan nasib kaum Luth itu dan serahkanlah urusan mereka kepada keputusan Tuhannya. Allah telah memberi keputusan terhadap mereka bahwa mereka akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak, karena mereka adalah kaum yang ingkar akan perintah-Nya dan telah melakukan dosa dan maksiat yang sangat jahat dan menjijikkan. Dosa mereka tidak dapat diampuni lagi, mereka telah diberi kesempatan untuk bertobat dan kembali kepada jalan yang lurus, tetapi semua dakwah dan seruan yang baik selalu mereka tolak, malah mereka sambut dengan cemoohan dan ejekan. Itulah keputusan Tuhanmu yang Maha Adil. Mereka dan negeri mereka akan dimusnahkan dengan menenggelamkannya ke dalam tanah.
Kasih sayang Nabi Ibrahim membuat beliau ingin membela kaum Luth, namun Allah menegaskan bahwa azab pasti datang bagi mereka yang terus-menerus durhaka. Kesempatan bertobat jangan disia-siakan, karena bila hati keras menolak kebenaran, keputusan Allah akan turun dan tak ada yang bisa menahannya.
Ada beberapa poin tadabur yang bisa kita renungkan:
- Batas dalam membela – Nabi Ibrahim yang penuh kasih pun diminta berhenti membela kaum Luth. Ini mengajarkan bahwa membela kebenaran adalah mulia, tetapi tidak boleh melampaui batas jika Allah sudah menetapkan keputusan-Nya.
- Kesempatan tidak datang dua kali – Kaum Luth sudah diberi nasihat dan dakwah berkali-kali, tetapi selalu menolak dengan ejekan. Kesempatan bertobat bisa habis jika terus diabaikan.
- Azab adalah akibat, bukan kebetulan – Hukuman Allah bukan tanpa alasan, melainkan buah dari perbuatan durhaka dan maksiat yang terus-menerus.
- Keadilan Allah yang mutlak – Allah Maha Adil, keputusan-Nya tidak bisa ditolak. Siapa pun yang menolak kebenaran pasti akan menanggung akibatnya.
- Kasih sayang tidak boleh menutupi kebenaran – Rasa belas kasih tidak boleh membuat seseorang kompromi dengan dosa atau menutup-nutupi kesalahan.
“Ya Allah, terimalah tobat kami dengan tobat yang tulus, jadikan hati kami lembut menerima kebenaran, dan jangan Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang menentang dakwah-Mu. Ya Allah, selamatkanlah kami, keluarga kami, dan keturunan kami dari keburukan maksiat. Janganlah Engkau hukum kami karena dosa-dosa kami, dan lindungilah kami dari azab-Mu yang tiada seorang pun dapat menolak.”