أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اَثُمَّ اِذَا مَا وَقَعَ اٰمَنْتُمْ بِهٖ ۗ اٰۤلْــٴٰـنَ وَقَدْ كُنْتُمْ بِهٖ تَسْتَعْجِلُوْنَ
“Kemudian apakah setelah azab itu terjadi, kamu baru mempercayainya? Apakah (baru) sekarang, padahal sebelumnya kamu selalu meminta agar disegerakan?” (QS. Yunus 10: Ayat 51)
Jangan beriman setelah azab datang, sebelumnya mengingkarinya dan tergesa-gesa memintanya datang
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; di ayat ini, Allah memerintahkan kepada Rasul agar menanyakan kepada mereka apakah orang-orang musyrik itu baru mau mempercayai ancaman Allah untuk mengazab mereka setelah terjadi azab yang mereka takuti. Padahal pada saat itu keimanan mereka tidak berguna lagi, lalu apa gunanya mereka selalu meminta supaya siksa yang dijanjikan kepada mereka itu disegerakan, ataukah permintaan menyegerakan itu hanyalah untuk menunjukkan sikap mereka yang selalu mendustakan ayat-ayat Allah dan menanggapi dengan kesombongan?
Tadabbur dari Surah Yunus ayat 51 mengandung pelajaran penting tentang waktu, iman, dan penyesalan, di antaranya:
- Iman setelah azab datang tidak bermanfaat: Ayat ini menegaskan bahwa beriman setelah melihat azab atau kematian tidak akan diterima, karena itu bukan lagi pilihan sadar, melainkan reaksi keterpaksaan.
- Kesombongan dan kelalaian manusia: Sebagian orang meminta azab sebagai bentuk ejekan terhadap dakwah, padahal mereka tidak menyadari dahsyatnya akibat jika permintaan itu benar-benar terjadi.
- Pentingnya beriman dan bertaubat sebelum terlambat: Ayat ini mengajak manusia untuk segera menerima kebenaran selama masih ada kesempatan, bukan menunggu bukti dalam bentuk azab yang justru menghancurkan.
- Penyesalan yang tidak berguna: Ini menjadi peringatan bahwa penyesalan di akhir tidak bisa mengubah nasib, maka jangan menunda-nunda hidayah.
Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak menunda iman dan amal baik.
“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang baru beriman setelah melihat azab-Mu, tetapi jadikanlah kami termasuk orang-orang yang segera beriman dan bertaubat sebelum datangnya penyesalan”