Tadabbur dari Surah Yunus Ayat 50 ; Salahsatunya Peringatan Akan Datangnya Azab

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

قُلْ  اَرَءَيْتُمْ  اِنْ  اَتٰٮكُمْ  عَذَا بُهٗ  بَيَا تًا  اَوْ  نَهَا رًا  مَّا ذَا  يَسْتَعْجِلُ  مِنْهُ  الْمُجْرِمُوْنَ

“Katakanlah, Terangkanlah kepadaku, jika datang kepada kamu siksaan-Nya pada waktu malam atau siang hari, manakah yang diminta untuk disegerakan oleh orang-orang yang berdosa itu?” (QS. Yunus 10: Ayat 50)

Apakah mereka menanti selain datangnya azab Allah, padahal ketika azab itu datang, tidak ada yang dapat menolaknya dan mereka pun akan terkejut?

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw untuk mengatakan kepada orang-orang musyrik agar mereka itu menerangkan apa yang akan mereka lakukan seandainya siksaan Allah yang dijanjikan kepada mereka itu datang dengan tiba-tiba. Baik datangnya di waktu malam pada saat mereka tidur lelap, atau di waktu siang hari, pada saat mereka sibuk dengan urusan mereka, apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga, lalu apakah yang mereka inginkan, apakah mereka menginginkan siksaan akhirat yang akan ditimpakan kepada mereka pada hari pembalasan.

Maka apapun pilihan mereka, itu hanyalah menunjukkan kepicikan dan kebodohan mereka, sebab janji Allah pasti akan datang dan tidak seorangpun dapat menghalang-halanginya. Pernyataan ini mengandung ejekan terhadap mereka karena pada umumnya orang yang berbuat jahat dan bergelimang dalam kedurhakaan merasa takut akan siksaan yang akan ditimpakan kepadanya. Lambat laun siksaan itu tentu akan datang juga, dan mereka tidak akan dapat mengelakkan diri dari siksaan itu.

Tadabbur dari Surah Yunus ayat 50 ;

  1. Peringatan akan datangnya azab: Ayat ini mengingatkan bahwa azab Allah bisa datang kapan saja, dan manusia tidak memiliki kuasa untuk menolaknya. Ini menumbuhkan rasa takut yang sehat (khauf) dalam hati orang beriman agar senantiasa taat.
  2. Keterbatasan manusia dalam mengetahui waktu: Manusia sering menuntut kapan datangnya azab atau hari kiamat, padahal itu sepenuhnya dalam ilmu Allah. Ini menanamkan sikap tawakal dan tidak sok tahu terhadap hal-hal gaib.
  3. Kejutan atas azab yang tiba-tiba: Banyak orang hidup dalam kelalaian dan merasa aman dari siksa Allah, padahal ketika azab itu datang, mereka akan terkejut dan tidak sempat bertaubat. Ini menumbuhkan sikap waspada dan mempercepat taubat.
  4. Pentingnya iman sebelum terlambat: Ayat ini juga mendorong agar manusia segera beriman dan beramal sebelum kesempatan itu habis.

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mengambil pelajaran sebelum datangnya azab-Mu. Karuniakan kepada kami taubat sebelum kematian. Teguhkan hati kami di atas ketaatan kepada-Mu, dan lindungilah kami dari kelalaian orang-orang yang merugi”