Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
سَيَحْلِفُوْنَ بِا للّٰهِ لَـكُمْ اِذَا انْقَلَبْتُمْ اِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُوْا عَنْهُمْ ۗ فَاَ عْرِضُوْا عَنْهُمْ ۗ اِنَّهُمْ رِجْسٌ ۙ وَّمَأْوٰٮهُمْ جَهَـنَّمُ ۚ جَزَآءً بِۢمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ
“Mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah ketika kamu kembali kepada mereka agar kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu berjiwa kotor dan tempat mereka Neraka Jahanam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 95)
Rasulullah harus memalingkan muka dari kaum munafik karena mereka itu najis
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini Allah menjelaskan kepada Rasul-Nya, bahwa apabila beliau dan kaum Muslimin telah kembali nanti dari peperangan itu, maka kaum munafik akan datang kepada beliau seraya bersumpah dengan nama Allah (menguatkan apa yang mereka ucapkan), agar Rasulullah berpaling dari mereka dengan tidak menghiraukan perbuatan mereka yang tidak ikut berperang.
Kemudian Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya, agar beliau betul-betul memalingkan muka dari kaum munafik sebagai penghinaan kepada mereka. Berikutnya, Allah menjelaskan alasan mengapa Rasulullah harus memalingkan muka dari kaum munafik karena mereka itu najis. Artinya sikap dan perbuatan mereka itu kotor, sehingga mereka harus dijauhi, seperti menjauhkan kain yang bersih dari sesuatu yang najis. Hal ini sejalan dengan apa yang terdapat dalam firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis (kotor jiwa). (at-Taubah/9: 28)
Akhirnya Allah menyatakan, bahwa tempat kembali kaum munafik di akhirat kelak adalah neraka Jahanam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka lakukan selama di dunia, yaitu kekufuran yang telah mengotori diri mereka; dan kekotoran itu semakin bertambah akibat berpalingnya mereka dari ayat-ayat Allah. Keterangan semacam ini akan didapat nanti pada firman Allah: “Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka (dengan surah itu) akan menambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir. (at-Taubah/9: 125).
Allah SWT dengan tegas mengecam dan melaknat orang-orang munafik.
1. Surah At-Tawbah (9:68)
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْمُنَٰفِقِينَ وَٱلْمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ هِىَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ ٱللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌۭ مُّقِيمٌۭ
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang kafir, (bahwa mereka akan mendapat) neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.”
2. Surah An-Nisa (4:145)
إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًۭا
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.”
Berikut adalah doa agar kita terhindar dari sifat munafik dan termasuk dalam golongan hamba yang jujur dan ikhlas:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ النِّفَاقِ وَالرِّيَاءِ وَسُوءِ الأَخْلَاقِ، وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّادِقِينَ الْمُخْلِصِينَ
Allahumma inni a‘ūdzu bika minan-nifāqi war-riyā’i wa sū’il-akhlāq, waj‘alnī min ‘ibādikas-sādiqīnal-mukhlisīn.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemunafikan, riya, dan akhlak yang buruk. Jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang jujur dan ikhlas.”