Menerima Perbedaan dengan Ilmu dan Adab, Bukan Dengan Kebencian

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اِلَّا  مَنْ  رَّحِمَ  رَبُّكَ  ۗ وَلِذٰلِكَ  خَلَقَهُمْ  ۗ وَتَمَّتْ  كَلِمَةُ  رَبِّكَ  لَاَ مْلَـئَنَّ  جَهَـنَّمَ  مِنَ  الْجِنَّةِ  وَا لنَّا سِ  اَجْمَعِيْنَ
“Kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhanmu telah tetap, Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.” (QS. Hud 11: Ayat 119)
Allah telah menetapkan bahwa sebagian manusia akan tetap berselisih, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh-Nya, karena untuk itulah mereka diciptakan
Yang suka berselisih tidak mendapat rahmat Allah, sedangkan yang dirahmati Allah adalah orang-orang yang hidup dalam kebenaran dan persatuan.
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Perselisihan mereka tidak saja tentang agama yang dianut oleh masing-masing kaum seperti agama Yahudi, Nasrani, Majusi, Islam, atau syirik, tetapi juga penganut dari satu agama, kecuali orang-orang yang mendapat rahmat dari Allah dan diberi taufik serta hidayah. Mereka itu bersatu dan selalu mengusahakan persatuan agar manusia taat kepada peraturan dan ketentuan Allah, mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Demikian kehendak Allah mengenai keragaman manusia.
Ada yang mendapat rahmat, taufik, dan hidayah dari Allah, mereka bersatu dan menggalang persatuan, dan mereka termasuk dalam golongan orang-orang yang bahagia yang akan menjadi penghuni surga. Ada pula yang tak putus-putusnya berselisih dan mereka termasuk dalam golongan orang-orang yang celaka yang menjadi penghuni neraka. Malik bin Anas pernah berkata, “Manusia itu diciptakan sebagian berada di surga dan sebagian yang lain berada di neraka sair.” Oleh karena itu Allah mengakhiri ayat ini dengan satu ketegasan bahwa telah menjadi ketentuan-Nya akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia yang selalu berbuat jahat dan dosa di muka bumi ini.
Ayat ini menjelaskan bahwa perselisihan di antara manusia adalah sesuatu yang pasti terjadi, karena perbedaan sifat, hawa nafsu, dan kadar iman masing-masing. Namun, ada golongan khusus yang diselamatkan dari perpecahan, yaitu orang-orang yang dirahmati oleh Allah SWT.
Mereka yang mendapat rahmat Allah adalah orang-orang yang:
  1. Berpegang teguh pada petunjuk Allah dan Rasul-Nya, bukan pada hawa nafsu atau kepentingan pribadi.
  2. Menjaga persaudaraan, persatuan, dan kasih sayang, bukan memperuncing perbedaan.
  3. Menerima perbedaan dengan ilmu dan adab, bukan dengan kebencian.
Sedangkan mereka yang suka berselisih, menolak kebenaran, dan menimbulkan perpecahan, berada di luar rahmat Allah dan terancam dengan azab-Nya.
Pesan Tadabbur
  • Jangan bangga berada di tengah perselisihan.
  • Jadilah bagian dari umat yang menyebarkan kedamaian dan kebenaran, bukan yang memperkeruh perbedaan.
  • Rahmat Allah turun kepada orang yang menjaga hati, lisan, dan sikap dari perpecahan.
“Allahumma ij‘alnī minalladzīna rahimtahum, wa najjinā minasy-syirqi wal-khilāf.”
“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang Engkau rahmati, dan lindungilah kami dari perselisihan dan perpecahan.”