Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَجَـعَلَ النَّا سَ اُمَّةً وَّا حِدَةً وَّلَا يَزَا لُوْنَ مُخْتَلِفِيْنَ
“Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat),” (QS. Hud 11: Ayat 118)
Allah SWT menciptakan manusia dengan kehendak bebas dan perbedaan pandangan agar mereka diuji dalam kebenaran, bukan untuk memaksa keseragaman
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Dan jika Tuhanmu wahai Nabi Muhammad yang membimbing dan memberiimu menghendaki, tentu Dia jadikan seluruh manusia menjadi umat yang satu, yakni menganut satu agama, satu keyakinan, atau satu pendapat, tetapi Allah tidak menghendaki demikian, melainkan memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih -sebagai wujud keadilan Allah dalam memberikan pahala dan siksa. Meskipun Allah memberi mereka kebebasan memilih, mereka senantiasa tetap berselisih pendapat tentang kebenaran, lantaran mereka mengikuti hawa nafsunya.
Surah Hud ayat 118 berbicara tentang perbedaan dan perselisihan di antara manusia, dan mengapa hal itu memang menjadi bagian dari kehendak Allah.
Tadabbur dari Hud 118 ;
1. Perselisihan adalah bagian dari ujian hidup ; Allah tidak menjadikan manusia satu pola pikir dan satu jalan karena dari perbedaan itulah tampak siapa yang beriman dan siapa yang berpaling. (QS. Al-Mulk: 2) “Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.”
2. Allah menghendaki kebebasan memilih; Bila Allah mau, manusia bisa saja semua tunduk seperti malaikat. Tetapi Allah memberi akal, hati, dan nafsu agar manusia memilih jalan sendiri.
3. Perbedaan bukan alasan permusuhan; Islam mengajarkan ikhtilaf (perbedaan) yang membawa hikmah — agar manusia saling mengenal, belajar, dan saling melengkapi (QS. Al-Hujurat: 13).
4. Hanya orang yang dirahmati Allah yang terhindar dari perselisihan yang buruk. Ayat selanjutnya (Hud: 119) menegaskan bahwa orang yang mendapat rahmat Allah akan dijauhkan dari perpecahan yang menimbulkan kebencian.
Allah menciptakan manusia dengan kehendak bebas dan perbedaan agar menjadi ujian kehidupan, bukan untuk menyeragamkan mereka.
Doa supaya ditunjukkan kepada jalan kebenaran ;
اللّهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
Allahumma arinal-haqqa haqqan warzuqnat-tiba’ah, wa arinal-bāthila bāthilan warzuqna ijtinābah.
“Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan berilah kami kemampuan untuk menjauhinya.”