Tetaplah Tenang dan Tegas Dalam Kebenaran, Meskipun yang Menentang Banyak

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقُلْ  لِّـلَّذِيْنَ  لَا  يُؤْمِنُوْنَ  اعْمَلُوْا  عَلٰى  مَكَا نَتِكُمْ  ۗ اِنَّا  عٰمِلُوْنَ

“Dan katakanlah (Muhammad) kepada orang yang tidak beriman, Berbuatlah menurut kedudukanmu, kami pun benar-benar akan berbuat,” (QS. Hud 11: Ayat 121)

Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk tetap teguh dan menyerahkan urusan orang kafir kepada Allah, karena Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat dan akan memberi balasan yang adil

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada ayat ini, Allah swt memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar berkata kepada orang-orang kafir, “Berbuatlah menurut kedudukan dan kemampuanmu menentang dakwah dan menyakiti orang-orang yang berdakwah beserta pendukung-pendukungnya. Kami pun akan berbuat menurut kedudukan dan kemampuan kami mempertahankan dakwah dan meneruskan perintah Allah, serta taat dan patuh kepada-Nya.” Ini adalah ancaman kepada mereka tentang azab yang akan diterimanya sebagai balasan dari perbuatannya itu.

Ayat ini menunjukkan ketegasan dan ketenangan seorang mukmin ketika menghadapi penentangan orang-orang yang ingkar. Allah memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk tidak goyah oleh ejekan dan perlawanan mereka, tetapi tetap istiqamah dalam kebenaran. Ini juga menjadi isyarat bahwa kebenaran tidak diukur dari banyaknya pengikut atau kuatnya lawan, melainkan dari siapa yang berada di jalan Allah dan berserah kepada-Nya.

Tadabbur yang bisa diambil:

  1. Tetaplah tenang dan tegas dalam kebenaran, meskipun yang menentang banyak.
  2. Serahkan hasil dan pembalasan kepada Allah, karena Dia yang Maha Mengetahui siapa yang benar dan siapa yang zalim.
  3. Jangan habiskan tenaga untuk membalas keburukan dengan keburukan, tetapi tetaplah beramal dengan ikhlas dan istiqamah.

Doa untuk tetap istiqamah dan menyerahkan urusan kepada Allah, kita memohon agar diberi kekuatan dan ampunan dan mohon perlindungan dari orang kafir ;

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau pikulkan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 286)