Select Education Level
Please select an education level to begin registration.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْفُرُوْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيّٖنَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۙ وَّيَقْتُلُوْنَ الَّذِيْنَ يَأْمُرُوْنَ بِا لْقِسْطِ مِنَ النَّا سِ ۙ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَا بٍ اَ لِيْمٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, sampaikanlah kepada mereka kabar gembira, yaitu azab yang pedih.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 21)
Setelah ayat sebelumnya menjelaskan penolakan yahudi yang didasarkan atas kedengkian, maka ayat ini menunjukkan sebagian perilaku buruk mereka. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, dari kaum yahudi, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis berupa alam raya, dan membunuh para nabi tanpa dalih sedikit pun yang bisa dianggap hak atau benar, dan juga membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil.
Maka sampaikanlah kepada mereka kabar gembira, sebagai bentuk penghinaan, yaitu azab yang pedih di akhirat kelak. Jika demikian, maka mereka itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, tidak memberi manfaat sedikit pun, di dunia dan di akhirat, dan mereka juga tidak memperoleh penolong dari azab Allah di akhirat kelak.
Berilah kabar gembira, biasanya untuk hal yang positif, berilah kabar gembira bagi orang beriman, bagi orang sabar dll, tapi ada beberapa ayat tentang kabar gembira tapi untuk yang negatif.
Allah hendak mengazab orang munafik, namun Allah tidak berkata bahwa Ia akan memberikan azab pada orang munafik.
بَشِّرِ الْمُنٰفِقِيْنَ بِاَنَّ لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًاۙ
Berilah kabar gembira kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (Q.S. An-Nisa’ : 138).
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْاَ حْبَا رِ وَا لرُّهْبَا نِ لَيَأْكُلُوْنَ اَمْوَا لَ النَّا سِ بِا لْبَا طِلِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ وَا لَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَا لْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَا بٍ اَلِيْمٍ
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 34)
Berilah kabar gembira padahal akan mendapatkan azab (rangkuman dari tiga ayat)
1. Bagi yang mengingkari ayat ayat Allah
2. Membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar)(Orang Yahudi)
3. Membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil,
4. Orang munafik
5. Memakan harta orang dengan jalan yang batil,
6. Orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.
7. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah
Mendapatkan kabar gembira padahal akan mendapatkan azab, itu sebagai ejekan, penghinaan dan kecaman bahwa bagi mereka di akhirat kelak siksaan yang pedih, dan berat dari neraka Jahanam.
رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Rabbana atina fid-dun-ya ḥasanataw wa fil-akhirati ḥasanataw wa qina ‘azaban-nar. (QS Al Baqarah: 201).”
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”