Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِلٰى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُوْمِ
“sampai hari yang telah ditentukan (kiamat).” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 38)
Kiamat Telah Ditentukan, Waktunya Hanya Allah yang Mengetahui
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI: Permintaan Iblis untuk dipanjangkan umurnya dikabulkan oleh Allah. Allah berfirman, “Baiklah, maka sesungguhnya kamu, wahai Iblis, termasuk yang diberi penangguhan, yakni dipanjangkan umurnya, sampai hari yang telah ditentukan, yakni tiupan pertama sangkakala sebagai tanda permulaan kiamat, dan pada saat itulah engkau harus mati dan mempertanggungjawabkan perbuatanmu.
Makna “hari yang telah ditentukan waktunya” (إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ) adalah hari yang sudah Allah tetapkan secara pasti dalam ilmu-Nya. Para mufasir menjelaskan bahwa waktu tersebut bukanlah sesuatu yang samar bagi Allah, melainkan sudah ditentukan dengan sangat jelas dan pasti oleh-Nya.
Ada beberapa pelajaran penting dari ungkapan ini:
1. Bagi Allah, tidak ada yang tidak pasti
Allah mengetahui awal dan akhir segala sesuatu. Masa penangguhan Iblis, datangnya hari kiamat, kematian setiap makhluk, dan seluruh peristiwa besar maupun kecil telah ditetapkan dalam ilmu dan takdir Allah.
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir).” (QS. Al-Qamar: 49)
Jadi, kata “ditentukan” menunjukkan kesempurnaan ilmu, kekuasaan, dan ketetapan Allah.
2. Bagi manusia, waktu itu tidak diketahui
Meskipun sudah ditentukan Allah, manusia tidak mengetahui kapan waktunya tiba. Kematian, datangnya kiamat, rezeki, ujian, maupun pertolongan Allah sering kali datang tanpa dapat diprediksi manusia.
Karena itu, ada perbedaan antara:
3. Iblis diberi penangguhan, tetapi tidak selamanya
Ayat ini juga menunjukkan bahwa penangguhan yang diberikan kepada Iblis bukanlah kebebasan tanpa batas. Ada akhir yang telah ditetapkan. Ini mengingatkan bahwa segala kekuasaan, kesempatan, dan umur makhluk memiliki batas yang telah Allah tentukan.
4. Pelajaran bagi orang beriman
Sering kali manusia ingin mengetahui kapan suatu peristiwa terjadi: kapan ajal datang, kapan pertolongan Allah tiba, kapan doa dikabulkan, atau kapan suatu musibah berakhir. Namun Al-Qur’an mengajarkan bahwa yang terpenting bukan mengetahui waktunya, melainkan mempersiapkan diri menghadapinya.
Karena itu, ungkapan “hari yang telah ditentukan” mengajarkan bahwa:
Dalam konteks tadabbur Al-Hijr ayat 38, kita dapat mengambil pelajaran:
“Apa yang bagi manusia tampak tidak pasti, sebenarnya telah ditentukan dengan sangat pasti di sisi Allah. Karena itu, seorang mukmin tidak hidup dengan prasangka dan kecemasan, tetapi dengan iman, kesabaran, dan kesiapan menghadapi ketetapan-Nya.”
Hari yang telah ditentukan pasti akan datang, meskipun waktu kedatangannya hanya diketahui oleh Allah. Karena itu, yang terpenting bukan mengetahui kapan hari itu tiba, melainkan mempersiapkan diri dengan iman, amal saleh, dan ketaatan agar kita selamat ketika menghadap-Nya.
Doa memohon keselamatan hingga akhir hayat dan pada hari ketika seluruh manusia dikumpulkan di hadapan Allah.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ عَلَى دِينِكَ، وَحُسْنَ الْخَاتِمَةِ، وَالنَّجَاةَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ الَّذِينَ تَرْضَى عَنْهُمْ.
Allahumma innā nas’aluka ats-tsabāta ‘alā dīnika, wa husnal khātimah, wan-najāta yaumal-qiyāmah, waj‘alnā min ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn alladzīna tardhā ‘anhum.
“Ya Allah, kami memohon keteguhan di atas agama-Mu, akhir kehidupan yang baik (husnul khatimah), keselamatan pada hari kiamat, dan jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh yang Engkau ridhai.”