Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ثُمَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ يُخْزِ يْهِمْ وَيَقُوْلُ اَيْنَ شُرَكَآءِيَ الَّذِيْنَ كُنْتُمْ تُشَآ قُّوْنَ فِيْهِمْ ۗ قَا لَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ اِنَّ الْخِزْ يَ الْيَوْمَ وَا لسُّوْٓءَ عَلَى الْكٰفِرِ يْنَ ۙ
“Kemudian Allah menghinakan mereka pada hari Kiamat, dan berfirman, Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu yang (karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang yang beriman)? Orang-orang yang diberi ilmu berkata, Sesungguhnya kehinaan dan azab pada hari ini ditimpakan kepada orang yang kafir,” (QS. An-Nahl 16: Ayat 27)
Ketika Sesembahan yang Dibanggakan Tidak Mampu Menyelamatkan
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI dijelaskan bahwa tidak saja di dunia, azab dan hukuman bagi orang kafir dan durhaka juga diikuti oleh azab yang lebih pedih lagi di akhirat. Allah menjelaskan, “Kemudian Allah menghinakan mereka pada hari Kiamat dengan siksaan yang pedih di neraka Jahanam, dan ketika itu Allah berfirman:
‘Di manakah sesembahan yang kamu jadikan sekutu-sekutu-Ku itu yang karena membelanya kamu selalu memusuhi mereka, yakni para nabi yang Aku utus kepada kamu dan kaum mukmin?’ Orang-orang yang diberi ilmu, yakni para malaikat, nabi, dan kaum mukmin dengan tegas berkata, “Sesungguhnya kehinaan dan azab pada hari kiamat ini ditimpakan kepada orang yang kafir dan menentang ajaran Allah.”
“Pada hari kiamat, kebatilan akan tampak, sesembahan yang dahulu dibanggakan oleh orang-orang kafir tidak mampu menyelamatkan mereka, sementara orang-orang yang diberi ilmu mengetahui dan menyaksikan kehinaan orang-orang yang mengingkari kebenaran.”
Ada kesinambungan yang sangat bagus dengan ayat sebelumnya:
Jadi benang merahnya adalah: “Apa yang dibanggakan manusia sebagai kekuatan dan sandaran, jika bukan Allah, pada akhirnya akan runtuh dan tidak mampu menyelamatkannya.”
“Orang-orang yang diberi ilmu” (الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ) dalam ayat 27 justru menjadi pihak yang mengatakan kebenaran tentang keadaan orang-orang kafir. Ini menunjukkan ilmu yang benar membuat seseorang mampu melihat kebenaran ketika kebatilan sudah tidak dapat lagi disembunyikan.
Pada akhirnya, segala sesuatu yang dahulu dibanggakan sebagai pelindung dan penolong akan kehilangan kekuatannya. Apa yang dianggap mampu memberikan keselamatan ternyata tidak mampu berbuat apa-apa ketika manusia berhadapan dengan kebenaran dan keputusan Allah.
QS. An-Nahl ayat 27 mengingatkan kita bahwa kekuatan, kedudukan, harta, bahkan sesuatu yang dijadikan sesembahan selain Allah tidak akan mampu menjadi penyelamat. Yang tersisa hanyalah amal dan pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Maka jangan menunggu sampai hari itu untuk menyadari bahwa yang kita banggakan ternyata tidak mampu menolong. Kenalilah Allah, bertauhid kepada-Nya, dan jangan menggantungkan keselamatan kepada selain-Nya.
اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى التَّوْحِيدِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ إِلَّا إِيَّاكَ، وَلَا يَسْتَعِينُونَ إِلَّا بِكَ، وَلَا يَتَوَكَّلُونَ إِلَّا عَلَيْكَ.
Allahumma tsabbit quluubanaa ‘alath-tauhīd, waj‘alnaa min ‘ibaadikal-ladziina laa yarjuuna illaa iyyaak, wa laa yasta‘īnuuna illaa bik, wa laa yatawakkaluuna illaa ‘alaik.
“Ya Allah, teguhkanlah hati kami di atas tauhid. Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang tidak berharap kecuali kepada-Mu, tidak meminta pertolongan kecuali kepada-Mu, dan tidak bertawakal kecuali kepada-Mu.”