Berada di Syurga Kekal Selama-Lamanya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَا  يَمَسُّهُمْ  فِيْهَا  نَـصَبٌ  وَّمَا  هُمْ  مِّنْهَا  بِمُخْرَجِيْنَ

“Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 48)

Berada di syurga kekal selama lamanya

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI: Selain itu, mereka juga tidak merasa lelah, letih, maupun jenuh di dalamnya. Mereka tidak lagi perlu bersusah payah melakukan berbagai usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, seperti yang dulu mereka lakukan di dunia. Apa saja yang mereka butuhkan sudah tersedia di dalam surga, dan lebih dari itu, mereka pun tidak akan dikeluarkan darinya; mereka kekal dalam kenikmatan surga itu.

Al Hijr ayat 48 dari Al-Qur’an memberikan kabar yang sangat menenangkan: penghuni surga tidak akan pernah lelah dan tidak akan pernah keluar darinya. Di berbagai ayat lain, Allah menegaskan dengan ungkapan “khalidīna fīhā abadā” bahwa kehidupan di surga adalah kehidupan yang benar-benar abadi.

Bila dunia hanyalah perjalanan yang singkat, maka surga adalah kampung halaman yang sesungguhnya. Oleh karena itu, seorang mukmin yang cerdas tidak hanya mempersiapkan kehidupan puluhan tahun di dunia, tetapi mempersiapkan kehidupan yang tidak berujung, penuh kenikmatan, kedamaian, dan keridaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ungkapan خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا (khālidīna fīhā abadan), yang berarti “mereka kekal di dalamnya selama-lamanya”, terdapat di beberapa ayat Al-Qur’an. Di antaranya:

1. Al-Qur’an An Nisa ayat 57
“…Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya (خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا)…”

2. Al-Qur’an At Taubah :100
“…Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.”

3. Al-Qur’an At Taubah: 22
“…mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”

4. Al-Qur’an Al Bayinah :8
“…surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”

Ungkapan yang sama juga digunakan untuk penghuni neraka dalam beberapa ayat, misalnya:

  • Al-Qur’an An Nisa : 169
  • Al-Qur’an Al Ahzab : 65
  • Al-Qur’an Al Jinn : 23
  • Al Quran Al Bayinah : 6

Ada penghuni neraka tidak kekal di neraka adalah orang-orang mukmin yang masih memiliki iman tetapi memiliki dosa besar.

Quran surat Hud ayat 106–107 “Adapun orang-orang yang celaka, maka mereka berada di neraka; mereka mengeluarkan dan menarik napas dengan merintih. Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki yang lain…”

Inilah ayat yang paling banyak dibahas. Frasa “kecuali jika Tuhanmu menghendaki” (illā mā syā’a rabbuk).

Al-Qur’an menggunakan redaksi berbeda antara penghuni surga dan penghuni neraka. Penghuni syurga kekal didalamnya…
Perlu diperhatikan bahwa dalam Al-Qur’an Al Hijr ayat 48, Allah tidak menggunakan kata “abadan”, tetapi maknanya tetap menunjukkan keabadian:

لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُمْ مِنْهَا بِمُخْرَجِينَ

“Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya.”

Ungkapan “mereka tidak akan dikeluarkan darinya” (وَمَا هُمْ مِنْهَا بِمُخْرَجِينَ) merupakan penegasan bahwa kenikmatan surga itu bersifat kekal, sejalan dengan ayat-ayat lain yang menggunakan frasa خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا.
“mereka kekal di dalamnya selama-lamanya”,

Semoga Allah menjadikan kita termasuk penghuni surga yang disambut dengan penuh kemuliaan, menikmati segala kenikmatan tanpa rasa lelah, dan kekal di dalamnya selama-lamanya. Aamiin.