Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَنَزَعْنَا مَا فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنْ غِلٍّ اِخْوَا نًا عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيْنَ
“Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 47).
Belajar Menjadi Penduduk Surga dengan Sifat-Sifat Mulia
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI: Allah berjanji akan mencabut dari hati penduduk surga segala macam dendam, kebencian, dan rasa dengki yang telah terpendam selama mereka hidup di dunia, dan menjadikan mereka hidup bersaudara dan berkasih sayang. Mereka senantiasa bergembira bersama-sama dan duduk berhadap-hadapan di atas permadani yang terhampar.
Diriwayatkan oleh al-Qasim dan Abu Umamah, ia berkata, “Semula ahli surga ketika masuk surga masih membawa apa yang telah tersimpan dalam hati mereka selama hidup di dunia, seperti rasa dengki dan dendam, hingga mereka duduk berhadapan dengan temannya di atas dipan dalam surga. Allah lalu mencabut segala yang tersimpan di dalam hati mereka itu.” Kemudian Abu Umamah membaca ayat ini. Keadaan penghuni surga itu diterangkan pula dalam firman Allah swt:
Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata, mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih, dan daging burung apa pun yang mereka inginkan. Dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah, laksana mutiara yang tersimpan baik. (al-Waqi’ah/56: 15-23).
Belajar Menjadi Penduduk Surga dengan Sifat-Sifat Mulia dalam Al-Hijr Ayat 47”
Ayat ini menggambarkan keadaan penghuni surga setelah Allah membersihkan hati mereka. Tidak ada lagi iri hati, dengki, kebencian, permusuhan, atau dendam. Mereka hidup dalam persaudaraan yang sempurna dan penuh kedamaian.
Dari ayat ini, setidaknya ada beberapa sifat mulia yang perlu kita latih sejak di dunia:
1. Membersihkan Hati dari Dendam dan Kebencian
Kata “ghill” (غِلّ) berarti rasa dengki, iri, dendam, atau kebencian yang tersembunyi di dalam hati.
Penduduk surga adalah orang-orang yang hatinya bersih. Karena itu, seorang mukmin perlu belajar:
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa salah satu amalan yang paling utama adalah memiliki hati yang bersih dan jujur.
2. Menumbuhkan Persaudaraan
Allah menyebut mereka “ikhwanan” (bersaudara).
Di dunia, persaudaraan sering rusak karena:
Penduduk surga justru saling mencintai karena Allah. Mereka tidak mencari kemenangan pribadi, tetapi mengutamakan ukhuwah.
3. Menghormati dan Memuliakan Sesama
Allah menggambarkan mereka duduk “mutaqabilin” (saling berhadapan).
Para ulama menjelaskan bahwa ini menunjukkan:
Sikap ini dapat dilatih dengan menghargai pendapat orang lain dan menjaga adab dalam pergaulan.
4. Menjaga Hati dari Penyakit Hasad
Hasad adalah salah satu penyebab utama rusaknya persaudaraan.
Jika melihat orang lain memperoleh nikmat:
5. Menjadi Pribadi yang Mudah Memaafkan
Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan.
Orang yang mudah memaafkan akan lebih tenang hidupnya dan lebih dekat kepada sifat penghuni surga. Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan, tetapi membebaskan hati dari beban kebencian.
Renungan: Jika surga adalah tempat yang tidak ada dendam, iri, dan permusuhan, maka semakin kita membersihkan hati dari sifat-sifat tersebut di dunia, semakin kita sedang belajar menjadi penduduk surga.
Karena itu, setiap hari kita dapat bertanya kepada diri sendiri: “Apakah ada orang yang masih saya benci, saya dengki, atau saya simpan kesalahannya dalam hati?”
Jika masih ada, maka Al-Hijr ayat 47 mengajak kita untuk mulai membersihkannya.
Semoga Allah menjadikan hati kita bersih, penuh persaudaraan, dan mengumpulkan kita bersama para penghuni surga yang duduk berhadap-hadapan dalam kedamaian dan kasih sayang. Aamiin.