Al Qur’an Bukan Karangan Nabi Muhammad SAW, Melainkan Semata-mata Wahyu dari Allah SWT

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اَفَغَيْرَ  اللّٰهِ  اَبْتَغِيْ  حَكَمًا  وَّهُوَ  الَّذِيْۤ  اَنْزَلَ  اِلَيْكُمُ  الْـكِتٰبَ  مُفَصَّلًا  ۗ وَا لَّذِيْنَ  اٰتَيْنٰهُمُ  الْـكِتٰبَ  يَعْلَمُوْنَ  اَنَّهٗ  مُنَزَّلٌ  مِّنْ  رَّبِّكَ  بِا لْحَـقِّ  فَلَا  تَكُوْنَنَّ  مِنَ  الْمُمْتَرِ يْنَ
“Pantaskah aku mencari hakim selain Allah, padahal Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu secara rinci? Orang-orang yang telah Kami beri Kitab mengetahui benar bahwa (Al-Qur’an) itu diturunkan dari Tuhanmu dengan benar. Maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 114)
Al-Qur’an bukan karangannya nabi Muhammad SAW, melainkan semata-mata wahyu dari Allah SWT
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menerangkan, bahwa Nabi Muhammad menyatakan sikapnya tentang hukum-hukum Allah dengan bentuk pertanyaan, untuk lebih membangkitkan perhatian. Beliau mengatakan, Apakah patut aku mencari hakim selain Allah untuk menetapkan sesuatu, padahal Allah telah menurunkan kepadaku Al-Qur’an secara terperinci, mencakup bidang akidah, ibadah, hukum-hukum syariat, dan lain-lain.
Sebenarnya Al-Qur’an telah cukup menjadi bukti yang nyata atas kenabian Muhammad, karena Al-Qur’an bukan karangannya sendiri, melainkan semata-mata wahyu dari Allah swt. Karena Nabi Muhammad sudah hidup bergaul dengan kaumnya sekitar 40 tahun lamanya, sebelum dia diangkat menjadi Nabi dan belum pernah dalam kurun waktu itu Nabi menyampaikan keterangan-keterangan tentang alam gaib dan tentang kisah rasul-rasul sebelumnya. Orang-orang musyrik Quraisy menuntut kepada Nabi Muhammad agar mendatangkan mukjizat yang menjadi bukti atas kebenarannya, padahal kepada mereka telah diperlihatkan mukjizat yang paling besar, yaitu Al-Qur’an yang mengandung ilmu pengetahuan, dengan susunan kata yang tidak mungkin dapat ditiru oleh siapapun.
Hal itu cukup menjadi dalil, bahwa Allah telah memperkuat kenabiannya, bukan dengan diturunkan Al-Qur’an dan penjelasan di dalamnya tentang posisinya sebagai Nabi saja bahkan juga dengan keterangan kitab-kitab Taurat dan Injil, karena kedua kitab tersebut mengandung keterangan-keterangan yang menunjukkan bahwa Muhammad adalah Nabi dan Rasul. Oleh karena itu, Allah memerintahkan agar kaum Muslimin jangan sekali-kali merasa ragu tentang kebenaran Al-Qur’an.
ذٰلِكَ  الْكِتٰبُ  لَا  رَ يْبَ    ۛ   فِيْهِ    ۛ هُدًى  لِّلْمُتَّقِيْنَ
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 2)
اَلْحَـقُّ  مِنْ  رَّبِّكَ  فَلَا  تَكُوْنَنَّ  مِنَ  الْمُمْتَرِ يْنَ
“Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 147)
Orang-orang Yahudi dan Nasrani yang membaca kitab Taurat dan Injil, telah mengenal Nabi Muhammad seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri, hanya saja mereka menyembunyikan kebenaran itu dan tidak mau menerimanya, karena sebagaimana diinformasikan dalam Al-Qur’an mereka merasa dengki kepada Nabi Muhammad.
اَ  لَّذِيْنَ  اٰتَيْنٰهُمُ  الْـكِتٰبَ  يَعْرِفُوْنَهٗ  كَمَا  يَعْرِفُوْنَ  اَبْنَآءَهُمُ  ۘ اَ  لَّذِيْنَ  خَسِرُوْۤا  اَنْفُسَهُمْ  فَهُمْ  لَا  يُؤْمِنُوْنَ
“Orang-orang yang telah Kami berikan Kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).” (QS. Al-An’am 6: Ayat 20)
Al Quran kalamullah (firman Allah), bukan buatan nabi Mauhammad SAW.
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”(QS Al Hijr ayat 9)

Jadikanlah al Quran sebagai petunjuk dan rahmat ;
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
“Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.”