أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَلِتَصْغٰۤى اِلَيْهِ اَفْئِدَةُ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِا لْاٰ خِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوْا مَا هُمْ مُّقْتَرِفُوْنَ
“Dan agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, tertarik kepada bisikan itu, dan menyenanginya, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka lakukan.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 113)
Bisikan setan agar tidak percaya kehidupan akhirat dan melakukan apa yang setan lakukan
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Setan membisikkan kata-kata yang penuh tipu daya kepada orang-orang yang akan disesatkannya agar mereka tidak percaya adanya kehidupan akhirat dan agar mereka cenderung pada bisikan-bisikan itu, lalu mereka tertarik untuk mengikuti apa yang dibisikkan. Adapun orang-orang yang menyadari bahwa setiap perbuatannya pasti harus dipertanggungjawabkan, dia tidak akan tertipu oleh bisikan-bisikan setan, walaupun setan-setan itu berusaha keras untuk mempengaruhi mereka agar mengerjakan apa yang dibisikan.
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia
مَلِكِ النَّاسِۙ
Raja manusia
اِلٰهِ النَّاسِۙ
Sembahan manusia
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ
Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.
مِنَ الْجِنَّةِ وَا لنَّا سِ
“dari (golongan) jin dan manusia.”
(QS. An-Nas 114: Ayat 1 – 6)
Kita diperintahkan untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah Swt., dari segala bentuk kejahatan berupa bujuk rayu serta bisikan (waswasah) setan.
Kata waswasah menurut para ulama tafisr dapat diartikan dengan ucapan yang tersembunyi (Al-Kalam Al-Khahfi) atau bisikan halus. Adapun pengertian waswasah dalam rangkaian ayat pada surah An-Nas di atas adalah bisikan, bujuk rayu, serta tipu daya setan agar manusia ragu kepada Allah, serta melakukan tindak kejahatan berupa maksiat kepada-Nya.
Kata waswasah ini kemudian diadopsi ke dalam bahasa Indonesia menjadi waswas, yang berarti ragu-ragu, cemas, tidak tenang dan gelisah. Kata ini biasanya digunakan untuk menunjukkan kondisi ketidakmampuan hati untuk melakukan sesuatu, atau keraguan akan sesuatu.
Dalam rangkaian ayat di atas, sosok yang menebarkan benih-benih keraguan melalui bisikan-bisikan halus ke dalam dada manusia adalah al-Khannas.
Menurut Ath-Thabari dalam tafsirnya, al-Khannas adalah setan yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dia datang di saat seseorang sedih dan senang. Ketika sedih, setan datang dengan bisikan keraguan akan kekuasaan Allah. Dia membisikan ke dalam dada manusia agar tidak meyakini takdir Allah. Sedangkan di saat senang setan datang dengan bisikan agar manusia bangga dan sombong atas apa yang didapatnya, sehingga dia melupakan Allah.
Bisikan setan yang demikian halus itu sering kali membuat lupa manusia. Sehingga mereka tidak menyadari bahwa di dalam hatinya telah dipenuhi oleh bisikan dan bujuk rayu setan la’natullah.
Seorang pedagang tidak luput dari bisikan setan. Setan merayunya untuk melakukan tindak kecurangan dalam proses jual-belinya. Dia janjikan keuntungan yang berlipat-lipat kepada si pedagang agar dia tidak berlaku jujur.
Bahkan, bisikan setan juga menghampiri para ulama. Dia bisikan kepada mereka bahwa ilmu agama yang mereka miliki adalah yang terbaik, sehingga mereka merasa seolah-olah mereka adalah orang yang paling mulia dan paling yang dihormati. Mereka menganggap remeh orang lain yang menurut mereka ilmunya lebih rendah.
Semoga kita diberi kekuatan untuk melawan bisikan setan dan tidak menjadi temannya setan.
Doa Dijauhkan dari Godaan Setan.
Sering seringlah membaca ta’awudz….
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِ
A’uudzubillaah himinas syaitoon nirrojiim
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”