Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَّعَدْلًا ۗ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِهٖ ۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
“Dan telah sempurna firman Tuhanmu (Al-Qur’an) dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 115)
Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat Allah SWT yang ada dalam al Quran
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Kalimat-kalimat Al-Qur’an yang berisi kebenaran dan keadilan telah sempurna. Kalimat-kalimat itu antara lain berisi janji Allah yang akan menolong Muhammad dan pengikut-pengikutnya, sehingga memperoleh kemenangan dan kejayaan; Al-Qur’an juga mengancam orang-orang yang mencemoohkan Al-Qur’an, bahwa mereka akan dihinakan dan dibinasakan. Firman Allah:
Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang (ash-shaffat/37: 171-173)
Kalimat-kalimat itu sempurna, karena sesuai dengan fakta dan kenyataan yang bisa disaksikan dalam sejarah kemenangan nabi-nabi, dan kehancuran musuh-musuhnya tidak ada seorang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat Allah. Janji Allah tak dapat diubah dan pasti Allah akan memberikan pertolongan kepada rasul-rasul dan pengikut-pengikutnya. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui segala ucapan mereka yang berkhianat dan mengetahui pula isi hati mereka dan segala dosa yang mereka perbuat.
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”(QS Al Hijr ayat 9)
Al Quran adalah mukjizat yang diterima nabi Muhammad. Ia senantiasa selalu ada hingga kiamat. Allah SWT sendiri yang menjamin bahwa keaslian al Quran akan selalu terjaga.
Sejatinya upaya-upaya pemalsuan Al Qur’an sudah ada semenjak nabi hidup hingga masa sekarang ini. Namun, usaha yang seperti itu selalu tidak berhasil. Ada banyak alasan mengapa Al Quran tidak bisa dipalsukan.
Di antara sejumlah alasan Al Qur’an selalu gagal dipalsukan yaitu:
1. Al Quran Terpelihara Melalui Hafalan Umat Islam
Jangankan mau merubah sepuluh Ayat (bukan Surat) al Quran, upaya-upaya memalsukan walau satu huruf saja di dalam al Quran selalu gagal total. Silakan buktikan sendiri minta para penghafal al Quran untuk membaca ayat palsu itu.
Pasti para penghafal tersebut akan tahu letak kesalahan yang terjadi. Tentu kapasitas penghafal berbeda. Pastikan pilih hafidz yang benar-benar mahir. Hal itu masih level individu. Belum pula “diperiksa” oleh tingkat majelis atau lembaga ulama.
2. Semua Teks al Quran di Seluruh Dunia Sama
Al Quran terjemahan atau al Quran bahasa arab yang disertai terjemahannya bukanlah disebut al Quran. Jadi, yang namanya al Quran cuma satu bahasa yaitu bahasa arab. Tidak boleh ditambahi atau dicampur dengan bahasa lain.
Bahkan sekte Syiah yang ekstrim sekalipun meski cara pandang dan berbeda dalam memaknai al Quran, nyatanya teks (naskah) al Qurannya sama. Sayangnya, perbedaan dalam memahami al Quran itu sebagian ditentang Sunni.
3. Dapat Membuat Kitab Meniru al Quran, Tapi…
Salah satu kasus penjiplakan (menyerupai) al Quran adalah Tadzkirah. Sebuah buku karangan dari Mirza Ghulam Ahmad yang dipuja kaum Ahmadiyah. Sebagian isi kitab tersebut seolah meniru al Quran. Entah apa tujuan si pembuatnya.
Orang boleh saja meniru al Quran, tapi jangan sekali-kali hasil karya tersebut dinamai al Quran. Bila membuat karangan palsu lantas menamai tulisan tersebut sebagai al Quran maka akan ditentang oleh umat Islam. Bahkan negara-negara Islam.
4. Fitnah Terhadap al Quran Justru Menjaganya
Al Quran diisukan telah berkurang jumlah ayatnya. Dalam artian al Quran sekarang ini meski tidak palsu tapi dianggap tidak lengkap. Fitnah tersebut sudah ada sejak zaman dahulu. Nyatanya, kabar hoax itu tanpa dasar alias menyesatkan.
Sebab, nyatanya al Quran memang tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Tidak dipalsukan, ditambahi, maupun dikurangi. Semakin difitnah al Quran telah dipalsukan semakin besar upaya umat Islam untuk menjaga dan menghafalnya.
Berubah hanya tanda bacanya, untuk memudahkan dan mambantu yang membacanya.
Berubah akhir ayat berada diujung halaman jadi ps berhenti pas dibujung halaman, sebelumnya membaca satu satu terpenggal ditengah ayat karena harus pindah halaman,
5. Bahasa al Quran Selalu Melekat pada Umat Islam
Bahasa al Quran baik itu melalui tulisan ataupun lisan selalu melekat pada Muslim. Umat Islam yang dapat membaca al Quran sering membacanya. Bukan menggunakan bahasa lokal tapi menggunakan bahasa Arab al Quran.
Belum lagi saat khutbah dan ceramah pasti para tokoh agama itu sesekali menyebutkan ayat al Quran. Bukan cuma terjemahan atau artinya tapi juga bahasa arabnya. Sebab, membaca al Quran (bukan terjemahan) mendapat pahala.
Doa Khatam Al Qur’an Memohon Syafaat
Allaahumma nawwir quluubanaa bi tilaawatil qur aan, wa zayyin akhlaa qonaa bijaahil qur aan, wa hassin a’maalanaa bi dzikril qur aan, wa najjinaa minan naari bi karoo matil qur aan, wa adkhilnal jannata bi syafaa’til qur aan.
“Ya Allah sinari hati kami sebab membaca Al-Qur’an, hiasi akhlak kami dengan kemuliaan Al-Qur’an, baguskanlah amalan kami karena berzikir lewat Al-Qur’an, selamatkanlah kami dari api neraka karena kemuliaan Al-Qur’an, masukkanlah kami ke dalam surga dengan syafa’at Al-Qur’an.”