Select Education Level
Please select an education level to begin registration.
Ketika mendengar istilah sekolah internasional, sebagian orang mungkin langsung membayangkan lingkungan sekolah yang seluruh komunikasinya menggunakan Bahasa Inggris. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian.
Program kelas internasional Al Ma’soem justru mencantumkan bilingual instruction, yaitu penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Hal tersebut menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan internasional tidak harus berarti siswa menggunakan Bahasa Inggris sepanjang waktu.
Bilingual instruction adalah pendekatan yang menggunakan dua bahasa dalam proses pendidikan. Dalam program kelas internasional Al Ma’soem, kedua bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Pendekatan tersebut dapat membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan berbahasa Inggris secara bertahap.
Bagi anak yang belum terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks pendidikan, penggunaan dua bahasa dapat memberikan dukungan sehingga materi tetap dapat dipahami.
Tujuan pendidikan internasional bukan sekadar membuat siswa berbicara Bahasa Inggris selama mungkin. Yang lebih penting adalah membangun kemampuan menggunakan bahasa secara tepat dan percaya diri.
Jika siswa menggunakan Bahasa Inggris secara penuh tetapi tidak memahami materi, tujuan pendidikan justru dapat menjadi kurang optimal.
Karena itu, bilingual instruction dapat menjadi pendekatan yang memberikan keseimbangan antara pemahaman materi dan pengembangan kemampuan Bahasa Inggris.
Ada. Program kelas internasional Al Ma’soem mencantumkan extended English learning hours.
Tambahan waktu tersebut memberikan kesempatan siswa untuk mendapatkan paparan Bahasa Inggris lebih banyak.
Paparan yang konsisten dapat membantu anak menjadi lebih familiar dengan kosakata, struktur kalimat, dan komunikasi.
Native English Teacher merupakan salah satu komponen yang tercantum dalam program kelas internasional.
Guru penutur asli dapat menjadi sumber paparan bahasa yang berbeda bagi siswa. Anak dapat mendengar Bahasa Inggris secara langsung dalam konteks komunikasi.
Pengalaman ini dapat membantu siswa terbiasa dengan bahasa yang digunakan secara natural.
Ya. Program kelas internasional Al Ma’soem mencantumkan Cambridge Curriculum.
Pada lower secondary, Cambridge Curriculum digunakan untuk Mathematics, Science, dan English. Sementara pada primary, Cambridge curriculum menjadi bagian dari program internasional.
Hal ini menunjukkan bahwa orientasi internasional tidak hanya berasal dari penggunaan Bahasa Inggris, tetapi juga dari struktur program akademik.
Program kelas internasional juga mencantumkan field trip dan annual overseas study tour.
Aktivitas tersebut dapat memberikan pengalaman yang lebih luas bagi siswa. Anak tidak hanya berinteraksi dengan materi sekolah, tetapi juga memperoleh pengalaman dari lingkungan yang berbeda.
Overseas study tour bahkan memberikan pengalaman lintas negara yang dapat memperluas wawasan siswa.
Orang tua tidak harus menjadi guru Bahasa Inggris bagi anak. Namun, menciptakan lingkungan yang positif terhadap bahasa dapat membantu.
Misalnya, anak dapat dikenalkan pada buku cerita berbahasa Inggris, percakapan sederhana, atau tontonan sesuai usia.
Yang terpenting adalah tidak membuat anak merasa takut ketika salah menggunakan bahasa. Kesalahan merupakan bagian dari proses belajar bahasa.
Orang tua sebaiknya tidak hanya bertanya, “Apakah sekolah menggunakan Bahasa Inggris?”
Pertanyaan yang lebih lengkap adalah: bagaimana bahasa digunakan, siapa yang mengajar, berapa lama paparan bahasa diberikan, kurikulum apa yang digunakan, dan fasilitas apa yang mendukung?
Dengan melihat keseluruhan aspek tersebut, orang tua dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas.
Sekolah internasional tidak harus menggunakan Bahasa Inggris sepanjang hari. Program kelas internasional Al Ma’soem menerapkan bilingual instruction dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Program tersebut dilengkapi dengan Cambridge Curriculum, Native English Teacher, extended English learning hours, serta berbagai kegiatan seperti field trip dan overseas study tour.
Pendekatan bilingual dapat menjadi pilihan yang membantu siswa mendapatkan pengalaman internasional tanpa kehilangan dukungan bahasa yang mereka pahami.