Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَا نُوْا يَتَّقُوْنَ
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa.” (QS. Yunus 10: Ayat 63)
Wali Allah, beriman dan bertaqwa
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah menjelaskan siapa yang dimaksud dengan wali-wali Allah yang berbahagia itu dan apa sebabnya mereka demikian. Penjelasan yang didapat dalam ayat ini menunjukkan bahwa wali itu ialah orang-orang yang beriman dan bertakwa. Dimaksud beriman di sini ialah orang yang beriman kepada Allah, kepada malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada rasul-rasul-Nya, kepada hari akhir, segala kejadian yang baik dan yang buruk semuanya dari Allah, serta melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang beriman. Sedang yang dimaksud dengan bertakwa ialah memelihara diri dari segala tindakan yang bertentangan dengan hukum-hukum Allah, baik hukum-hukum Allah yang mengatur tata alam semesta, ataupun hukum syara yang mengatur tata hidup manusia di dunia (lihat tafsir Surah al-Anfal/8: 10).
وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰ ى وَلِتَطْمَئِنَّ بِهٖ قُلُوْبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِ يْزٌ حَكِيْمٌ
“Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (QS. Al-Anfal 8: 10)
Ayat 63 memberi kita dua karakter utama yang membuat seseorang menjadi awliya’ Allah (kekasih Allah), yaitu:
Siapa pun bisa menjadi kekasih Allah jika ia bersungguh-sungguh dalam iman dan taqwa
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang beriman dan bertakwa, serta jadikanlah kami termasuk kekasih-kekasih-Mu yang tidak ada rasa takut atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”