Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اَفَمَنِ اتَّبَعَ رِضْوَا نَ اللّٰهِ كَمَنْۢ بَآءَ بِسَخَطٍ مِّنَ اللّٰهِ وَمَأْوٰٮهُ جَهَنَّمُ ۗ وَ بِئْسَ الْمَصِيْرُ
“Maka adakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya neraka Jahanam? Itulah seburuk-buruk tempat kembali.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 162)
Tidaklah sama orang yang keadaan niatnya mencari keridahaan Allah dengan orang yang berkecimpung di dalam maksiat-maksiat yang membuat murka tuhannya, lalu dia berhak kerena itu untuk tinggal di neraka jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Mencari keridhaan Allah vs mencari kemurkaan Allah
Hal yang diridhai dan yang dimurkai oleh Allah ‘azza wa jalla. Beberapa hal tersebut disebutkan oleh hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا، وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلَاثًا، فَيَرْضَى لَكُمْ: أَنْ تَعْبُدُوهُ، وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا، وَيَكْرَهُ لَكُمْ: قِيلَ وَقَالَ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ، وَإِضَاعَةِ الْمَالِ
“Sesungguhnya Allah ridha terhadap kalian pada tiga hal dan memurkai kalian karena tiga hal. Allah meridhai kalian jika,
1. Kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya
2. Kalian semua berpegang teguh dengan tali Allah serta tidak berpecah belah
3. Kaliam saling memberi nasihat dengan orang yang Allah kuasakan padanya urusan kalian,
Sedangkan Allah ‘azza wa jalla akan memurkai kalian pada tiga hal,
1. Berkata-kata dengan berprasangka
2. Banyak meminta-minta atau banyak bertanya-tanya
3. Membuang-buang harta.”
(HR. Muslim)
Renungan ; sepenggal kisah Lukman Al-Hakim dengan anaknya. Diceritakan suatu ketika Lukman Al-Hakin ditanya anaknya, “Wahai ayahku, mengapa orang-orang menyebut engkau dengan sebutan Al-Hakim,Yang Bijaksana.” Lukman Al-hakim tidak menjawab pertanyaan anaknya tetapi justru membawanya ke pasar dan membeli seekor keledai.. Dalam perjalanan pulang sampailah mereka pada sekumpulan orang. Kata orang-orang itu, “Bodoh sekali bapak dan anak itu, bawa keledai tapi tidak dinaiki, malah dituntun”. Mendengar perkataan ini, Lukman Al-Hakim segera menyuruh anaknya naik ke atas punggung keledai.
Sampailah mereka pada sekumpulan orang lagi. Kata orang-orang itu, ”Durhaka sekali anak itu, masak bapaknya disuruh jalan kaki, sedangkan dia malah enak-enakkan naik keledai”. Mendengar ucapan orang, Lukman Al-hakim menyuruh anaknya turun dan beliapun segera menaiki keledai tersebut. Di tengah perjalanan, kembali mereka bertemu dengan orang-orang, sebagaimana sebelumnya, orang-orang berkata, “Bagaimana bapak ini, tega sekali naik keledai sendiri, sedangkan anaknya disuruh jalan kaki”.
Mendengar komentar ini, anaknya lalu naik ke punggung keledai. Jadilah mereka berdua naik keledai. Seperti sebelumnya, di tengah jalan mereka bertemu dengan sekumpulan orang lagi, Katanya “Tega-teganya bapak dan anak itu, keledai kecil malah dinaiki berdua”.Lukman Al-Hakim dan anaknya turun dan kemudian mengikat dan memikul keledai itu. Dalam perjalanan, sekali lagi mereka melewati sekumpulan orang. Orang-orang kali ini justru tertawa sambil berkata, “Sungguh gila kedua orang itu. Membawa keledai bukannya dinaiki tetapi malah dipikul.”
Setelah sampai di rumah berkatalah Lukman Al-Hakim kepada anaknya, “Demikianlah anakku, sekiranya hidupmu hanya hendak mencari keridhaan manusia, tetap saja mereka menemukan celahnya untuk dicela terhadap setiap tindakan kita. Maka carilah ridha Allah dan …
Semoga kita menjadi golongan orang-orang yang bersyukur serta bersabar.”