Tertawa Sedikit dan Menangis yang Banyak

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

فَلْيَـضْحَكُوْا  قَلِيْلًا  وَّلْيَبْكُوْا  كَثِيْرًا  ۚ جَزَآءً  بِۢمَا  كَا نُوْا  يَكْسِبُوْنَ

“Maka, biarkanlah mereka tertawa sedikit dan menangis yang banyak, sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 82)

Tertawa sedikit dan menangis yang banyak

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Karena itu, wahai Nabi Muhammad, biarkanlah mereka tertawa sejenak karena merasa senang dengan tidak ikut berperang tetapi tidak dicela, dan kelak di akhirat mereka akan menangis yang sebanyak-banyaknya, sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat di dunia, seperti mencela, berdusta, menghasut, termasuk membuat-buat alasan agar diizinkan tidak ikut jihad.

Ayat ini merupakan peringatan dari Allah kepada orang-orang munafik yang mempermainkan agama, meremehkan perintah Allah, dan merasa aman dari azab-Nya. Mereka menikmati kehidupan dunia dengan tertawa dan bersenang-senang, tetapi kelak di akhirat mereka akan menangis dengan penuh penyesalan karena amal perbuatan buruk yang mereka lakukan.

Pesan utama dari ayat ini adalah:

  1. Hidup di dunia adalah sementara, sehingga kebahagiaan duniawi yang mereka nikmati hanya sedikit dibandingkan dengan penderitaan akhirat yang abadi bagi orang-orang yang berbuat dosa.
  2. Tertawa sedikit dan menangis banyak menegaskan bahwa kesenangan dunia tidak ada artinya dibandingkan azab akhirat yang berat.3. Balasan sesuai perbuatan, bahwa setiap tindakan buruk yang dilakukan akan dibalas setimpal di akhirat.

Ayat ini mengingatkan kita agar tidak terbuai dengan kesenangan dunia semata dan lebih banyak memikirkan kehidupan akhirat dengan memperbanyak amal saleh, istighfar, dan ketaatan kepada Allah.

وَا لْاٰ خِرَةُ  خَيْرٌ  وَّ  اَبْقٰى

“padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la 87: Ayat 17)

Doa agar hati tidak terpaut pada dunia

اللَّهُمَّ زَهِّدْنَا فِي الدُّنْيَا، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا قَسَمْتَ لَنَا، وَاجْعَلِ الْآخِرَةَ هِيَ هَمَّنَا

“Allahumma zahhidna fid-dunya, wa barik lana fima qasamta lana, waj’alil-akhirata hiya hammana.”

“Ya Allah, jauhkanlah kami dari kecintaan dunia, berkahilah kami dalam apa yang telah Engkau tetapkan bagi kami, dan jadikanlah akhirat sebagai tujuan utama kami.