Termasuk Dosa Besar Lari dari Medan Pertempuran

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

يٰۤـاَيُّهَا  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْۤا  اِذَا  لَقِيْتُمُ  الَّذِيْنَ  كَفَرُوْا  زَحْفًا  فَلَا  تُوَلُّوْهُمُ  الْاَ دْبَا رَ

1Wahai orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang akan menyerangmu, maka janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur).” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 15)

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah menyeru orang-orang beriman bahwa apabila berhadapan dengan orang-orang kafir yang sedang datang menyerang, kaum Muslimin dilarang lari dari pertempuran.

Orang-orang kafir itu bergerak dari Mekah dengan membawa jumlah pasukan yang banyak. Mereka sengaja menemui kaum Muslimin yang sudah ada di Badar. Mereka sudah mengetahui rencana kaum Muslimin yang akan menghadang kafilah yang dipimpin Abu Sufyan dengan alasan melindungi perdagangan mereka. Mereka bergerak dari Mekah, padahal sebenarnya mereka berniat untuk memusnahkan kaum Muslimin. Itulah sebabnya, Allah swt melarang kaum Muslimin membelakangi mereka. Lebih-lebih melarikan diri dari pertempuran melawan mereka, meskipun mereka membawa bala tentara yang cukup banyak dan peralatan perang yang lengkap.

يٰقَوْمِ  ادْخُلُوا  الْاَ رْضَ  الْمُقَدَّسَةَ  الَّتِيْ  كَتَبَ  اللّٰهُ  لَـكُمْ  وَلَا  تَرْتَدُّوْا  عَلٰۤى  اَدْبَا رِكُمْ  فَتَـنْقَلِبُوْا  خٰسِرِ يْنَ

“Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi.”(QS Al Maidah: 21)

Mundur dari medan perang karena takut musuh, lari dari medan perang termasuk tujuh dosa yang membinasakan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau bersabda: “Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya: “Wahai Rasûlullâh, apakah itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Syirik kepada Allâh; sihir; membunuh jiwa yang Allâh haramkan kecuali dengan haq; memakan riba; memakan harta anak yatim; berpaling dari perang yang berkecamuk; menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina”. [Hadits Shahih Riwayat al-Bukhâri, no: 3456; Muslim, no: 2669).

Perang masa sekarang berbeda dengan perang masa lalu, banyak jenisnya selain perang fisik; Perang biologi penggunaan toksin biologi atau agen infeksius seperti bakteri, virus, dan jamur dengan tujuan membunuh atau melumpuhkan daya tahan manusia, hewan atau tumbuhan sebagai sebuah tindakan perang.

Perang ekonomi, menghancurkan negara musuh melalui kehancuran perekonomiannya, dilakukan dengan berbagai cara, seperti blokade, pencegahan pembelian atau perolehan bahan-bahan strategis, senjata, atau mesin, serta pengucilan dari kegiatan ekonomi(blokade).

Perang pemikiran atau Ghazwul Fikri ini adalah cara lain dari musuh-musuh Islam, dalam menghancurkan pelan-pelan tanpa disadari dengan mencuci otak kaum muslimin. Ini akibat mereka tidak mampu menghancurkan dan mengalahkan umat Islam secara perang fisik,” Ini yang bahaya, kalau perang secara fisik, umat Islam reaktif siap membela tapi kalau perang pemikiran umat Islam banyak yang abai.

Semoga umat Islam tidak lari menghadapi berbagai peperangan yang terjadi di masa sekarang dan masa yang akan datang.