Hukuman itu Ada yang Diberlakukan di Dunia dan Ada Siksaan di Akhirat

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

ذٰ  لِكُمْ  فَذُوْقُوْهُ  وَاَ نَّ  لِلْكٰفِرِ يْنَ  عَذَا بَ  النَّا رِ

“Demikianlah (hukuman dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang kafir ada (lagi) azab neraka.”(QS. Al-Anfal 8: Ayat 14)

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah swt menegaskan ancamannya kepada orang-orang kafir bahwa hukuman dunia yang ditimpakan atas mereka adalah hukuman yang harus dirasakan sebagai imbalan keingkaran mereka terhadap hukum-hukum dan nikmat Allah. Di samping itu Allah menegaskan pula bahwa bagi mereka ada lagi siksaan yang paling pedih dirasakan yaitu siksaan api neraka yang akan ditimpakan kepada mereka di akhirat.
Hukuman itu dapat terjadi baik di dunia maupun di akhirat.

1. Hukuman di Dunia. Ini merujuk pada konsekuensi atau balasan yang seseorang terima selama hidupnya di dunia akibat perbuatan buruk atau melanggar hukum. Dalam Islam, contohnya, ada hukuman hudud yang diterapkan untuk pelanggaran tertentu menurut hukum syariah. Selain itu, seseorang mungkin menghadapi kesulitan, penyakit, atau masalah lain sebagai akibat dari perbuatannya sendiri.

2. Siksaan di Akhirat. Ini merujuk pada hukuman yang akan diterima seseorang setelah meninggal dunia, dalam kehidupan setelah mati. Dalam Islam, diyakini bahwa orang-orang yang berbuat dosa besar dan tidak bertaubat akan menghadapi siksaan di neraka sebagai balasan atas perbuatan buruk mereka. Sebaliknya, mereka yang berbuat kebaikan dan taat pada perintah Allah akan mendapatkan pahala dan masuk surga.

Kedua jenis hukuman ini dianggap sebagai bentuk keadilan ilahi, di mana setiap tindakan manusia akan mendapatkan balasannya, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam Islam, konsep hukuman di dunia dan siksaan di akhirat dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah beberapa rujukan yang menunjukkan adanya hukuman di dunia dan siksaan di akhirat:

a. Hukuman di Dunia.

  1. QS Asy-Syu’ara (26:66); ”Maka Kami menghukum mereka, maka Kami menenggelamkan mereka di laut karena mereka mendustakan tanda-tanda Kami dan mereka adalah orang-orang yang lalai daripadanya.” Ayat ini merujuk pada hukuman yang Allah SWT timpakan kepada orang-orang yang mendustakan para nabi dan rasul, contohnya tenggelamnya Fir’aun dan tentaranya di laut.
  2. QS Al-Baqarah (2:155).
    ”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”  Ayat ini menunjukkan bahwa ujian berupa kesulitan dan bencana di dunia bisa jadi bentuk hukuman atau ujian dari Allah SWT.

b. Siksaan di Akhirat.

  1. QS Al-Ghashiyah (88:1-4) : “Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari) Pembalasan? Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, mereka memasuki api yang sangat panas (neraka).”  Ayat ini menggambarkan siksaan yang akan dihadapi orang-orang kafir di akhirat.
  2. QS An-Naba’ (78:21-25) ; ”Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai, sebagai tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di sana berabad-abad lamanya. Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah.” Ayat ini menjelaskan tentang siksaan yang sangat berat di neraka bagi orang-orang yang melampaui batas di dunia.

c.  Hadis.
HR Bukhari dan Muslim.; ”Setiap ummatku akan diampuni, kecuali mereka yang terang-terangan dalam berbuat dosa. Termasuk terang-terangan dalam berbuat dosa ialah seseorang yang di malam hari berbuat dosa, kemudian di pagi harinya Allah menutupi dosa itu, namun ia berkata, ‘Wahai Fulan, tadi malam aku berbuat ini dan itu’. Padahal Allah telah menutupi dosa itu semalaman, tetapi di pagi harinya ia menyingkap sendiri penutup yang Allah berikan kepadanya.” Hadis ini mengindikasikan bahwa orang yang terang-terangan dalam dosa dapat menerima hukuman di dunia melalui hilangnya perlindungan Allah.

HR Muslim. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya kuburan itu adalah permulaan dari perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat darinya, maka setelahnya akan lebih mudah, dan jika ia tidak selamat darinya, maka setelahnya akan lebih berat.” Hadis ini menunjukkan bahwa siksa kubur adalah bagian dari siksaan di akhirat yang dimulai segera setelah kematian.

Rujukan-rujukan ini menunjukkan bahwa dalam ajaran Islam, Allah SWT memberikan hukuman di dunia dan di akhirat sebagai balasan atas perbuatan manusia. Di dunia, hukuman bisa datang dalam bentuk bencana, musibah, atau kesulitan, sementara di akhirat, hukuman lebih berat menanti bagi mereka yang berdosa dan tidak bertaubat.

Selamat di dunia dan selamat di akhirat;

رَبَّنَاۤ  اٰتِنَا  فِى  الدُّنْيَا  حَسَنَةً  وَّفِى  الْاٰ خِرَةِ  حَسَنَةً  وَّ  قِنَا  عَذَا بَ  النَّا رِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)