Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ ۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ يُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِ يْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ وَذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
“Itulah batas-batas (hukum) Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 13)
Syurga untuk yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya
Banyak Jalan Menuju Syurga:
Taat kepada Allah dan Rasul-Nya
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَن يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَاباً أَلِيماً
“ Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih.” ( Qs. al-Fath : 17 )
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى
“Setiap umatku masuk surga selain yang enggan, ” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan?” Nabi menjawab: “Siapa yang taat kepadaku, masuk surga dan siapa yang membangkang aku berarti ia enggan.” (HR. Bukhari : 6737 )
Pelajaran dari Ayat dan Hadits :
Pertama : Ayat dan Hadist di atas memerintahkan kita untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam setiap keadaan. Karena taat kepada keduanya menyebabkan kita masuk syurga.
Kedua : Perintah Allah dan Rasul-Nya kadang tidak sesui dengan pandangan dan kemauan kita, bahkan kadang terasa berat untuk dikerjakan dalam kondisi-kondisi tertentu. Walaupun begitu, kita tetap diperintahkan untuk mengerjakannya baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan berat. Kita tidak mempunyai pilihan lain kecuali melakukannya. Ini sesuai dengan firman Allah :
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
“ Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.. “ ( Qs. al-Ahzab : 36 )
Ketiga : Taat kepada Allah dan Rasul-Nya, walaupun terasa berat dan tidak sesuai dengan pandangan kita,tetapi akan membawa kepada kebahagian dunia dan akherat. Ini pernah terjadi pada diri Fatimah binti Qais yang merasa berat dan tidak suka karena nalurinya sebagai seorang wanita, ketika diperintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menikah dengan Usamah, tetapi walaupun berat beliau tetap taat kepadanya, dan akhirnya dia mendapatkan kebahagian ketika menikah dengan Usamah, ini karena barakah dari ketaatan kepada Rasulullah dalam setiap keadaan.
Keempat : Setiap umatku maksudnya umat dakwah, yaitu umat yang menjadi target dakwah Islam yang mencakup semua manusia. Adapun umat yang enggan adalah umat yang yang kafir dari mereka, umat yang tidak mau menerima dakwah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
Kelima: Ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa yang dimaksud setiap umatku adalah semua umat Islam akan masuk syurga kecuali yang enggan, yaitu yang tidak taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya, dan bermaksiat kepadanya, walaupun dia muslim.
Keenam : Imam Bukhari menyebutkan hadist ini di dalam : Bab ( Berpegang teguh dengan al-Qur’an dan Sunnah ), hal itu menunjukkan bahwa yang dimaksud taat kepadaku adalah berpegang teguh dengan al-Qur’an dan Sunnah.
رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)