Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اِلَّا الَّذِيْنَ تَا بُوْا وَاَ صْلَحُوْا وَا عْتَصَمُوْا بِا للّٰهِ وَاَ خْلَصُوْا دِيْنَهُمْ لِلّٰهِ فَاُ ولٰٓئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۗ وَسَوْفَ يُـؤْتِ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًا
“Kecuali orang-orang yang bertobat memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 146)
Bertobat memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah, kelak Allah akan memberikan pahala yang besar
QS An-Nisa ayat 146 menjelaskan tentang orang-orang yang ikhlas dalam beramal akan mendapat pahala yang besar. Dalam surat An-Nisa ayat 146, Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang munafik masih diberi kesempatan untuk bertobat selama ajal belum menjemput. Taufiqurrahman dalam jurnal Ikhlas Dalam Perspektif Alquran menyebutkan, ada beberapa syarat penerimaan tobat untuk orang munafik, antara lain:
Ketulusan tersebut akan terlihat dari konsistensi atas permohonan dan pengabdian kepada-Nya dengan mengerahkan segala usaha untuk selalu berperilaku baik dan ikhlas. Apabila orang-orang munafik melakukan hal tersebut, Allah berjanji akan memasukkan mereka ke dalam golongan orang-orang mukmin di hari akhir nanti. Bahkan, mereka akan diberi pahala seperti yang didapat oleh golongan orang-orang mukmin.
Ikhlas merupakan syarat mutlak diterimanya ibadah seseorang. Di samping itu, seseorang yang memiliki sifat ikhlas di dalam hatinya akan selalu diliputi ketenangan dan kedamaian.
Hal di atas didukung dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud ra yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tiga hal yang tidak boleh hati seorang mukmin iri terhadapnya adalah ikhlas dalam beramal, memberi nasihat kepada pemimpin, dan melanggengkan kebersamaan dengan jamaah.” (HR. Ahmad).
Allah adalah Dzat yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dalam surat tersebut, dijelaskan juga bahwa orang-orang yang berbuat kemunafikan dan kejahatan tetap bisa merasakan nikmat Tuhan asalkan mau bertobat.
Doa Agar Selalu Ikhlas
اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ
” Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.”