Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُ ولٰٓئِكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّةَ وَلَا يُظْلَمُوْنَ نَقِيْرًا
“Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 124).
Syarat masuk surga beriman dan beramal sholeh
Quran pokok pokok utama dalam beragama dan hadist menguatkan.
Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam pernah bersabda kepada para sahabat, “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai antar sesama. Maukah kalian, aku tunjukkan suatu perbuatan, jika kalian melakukannya maka kalian akan saling mencintai, yaitu tebarkan salam di antara kalian.” (HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan, syarat² yang harus dilakukan seseorang jika ingin masuk surga dan syarat² ini saling berkaitan antara yang satu dengan yang lain.
1. Orang tersebut harus beriman. Iman dalam arti yang sesungguhnya, yaitu mempercayai adanya Alloh Ta’ala dan meyakini bahwa Alloh Ta’ala merupakan Tuhan alam semesta, Yang Maha Pencipta dan Mahakuasa atas segalanya. Percaya adanya malaikat² Alloh dan meyakini bahwa mereka tidak pernah membangkang kepada Alloh Ta’ala dan selalu melaksanakan semua perintah-perintah-Nya.
Percaya bahwa Alloh Ta’ala menurunkan kitab suci sebagai pedoman bagi umat manusia agar mereka selamat di dunia dan akhirat. Percaya bahwa Alloh Ta’ala mengutus para nabi dan para rasul untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar. Percaya akan adanya hari kiamat dan kehidupan² setelahnya sebagai hari pembalasan. Dan, percaya akan qadha dan qadar yang telah Alloh Ta’ala tentukan bagi segenap makhluk-Nya.
2. Saling mencintai antar sesama. Ini merupakan syarat seseorang untuk bisa beriman. Karena, tanpa adanya syarat ini, seseorang tidak bisa disebut beriman. Mencintai sesama maksudnya adalah memperlakukan orang lain sama dengan dirinya.
Jika ia senang diperlakukan dengan baik oleh orang lain maka senyatanya orang lain juga ingin diperlakukan dengan baik pula olehnya. Demikian juga sebaliknya, ketika ia tidak ingin diperlakukan buruk oleh orang lain maka orang lain juga tidak ingin mendapat perlakukan yang tidak baik darinya.
Dalam hadis yang lain disebutkan, “Tidak beriman seseorang dari kalian sampai ia mencintai sesuatu untuk orang lain, sebagaimana ia mencintainya untuk dirinya sendiri.” (HR Bukhari).
Bahkan, dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Syuraih Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wassallam sampai bersumpah tiga kali, “Demi Alloh tidak beriman, demi Alloh tidak beriman, demi Alloh tidak beriman!” Para sahabat bertanya, “Siapa wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Orang yang membuat orang-orang dekatnya tidak aman dari keburukannya.” (HR Bukhari).
Dari berbagai hadis ini, syarat agar seseorang mendapat kesempurnaan iman maka ia harus mencintai antar sesama manusia, bahkan sesama makhluk Alloh Ta’ala. Dan, di antara bukti kecintaan seseorang pada orang lain adalah ia memperlakukan orang lain sebagaimana ia ingin diperlakukan oleh orang lain.
3. Menyebarkan salam. Ini merupakan petunjuk dari Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam agar seseorang bisa mencintai antar sesama manusia. Menyebarkan salam maksudnya setiap bertemu orang mengucapkan, “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” yang artinya kita mendoakan mereka, “Semoga keselamatan, rahmat Alloh, dan berkahnya tercurah pada kalian!”
Jika ada orang yang setiap bertemu orang lain selalu menyampaikan pesan damai ini maka orang yang ada di sekitarnya akan merasa aman, nyaman, dan damai. Sehingga, orang tersebut akan dicintai oleh masyarakat sekitarnya.
Dan, jika ketiga syarat ini terpenuhi, yaitu menyebarkan salam, saling mencintai antar sesama, dan mendasari keduanya dengan keimanan maka ia pantas masuk surga.
Doa sapujagat, supaya masuk surga;
رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)