Sifat Kafir; Keras Kepala dan Sombong

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAILLAHAILLOH. WALLAHU AKBAR.

Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Allah SWT.
Mari saling mendoakan ;

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَا لُوْا  قُلُوْبُنَا  غُلْفٌ   ۗ بَلْ  لَّعَنَهُمُ  اللّٰهُ  بِكُفْرِهِمْ  فَقَلِيْلًا  مَّا  يُؤْمِنُوْنَ
“Dan mereka berkata, Hati kami tertutup. Tidak! Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 88)

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah.

Orang-orang Yahudi berkata kepada Nabi SAW ketika mereka diajak memeluk agama Islam: “Hati kami telah tertutup dan terbelenggu dengan belenggu yang menghalangi kami untuk mengikuti ajakanmu.” Inilah bukti, bahwasannya kekafiran itu bersifat keras kepala dan sombong. Maka dari itu, sebab kekafiran dan keengganan mereka untuk beriman, maka Allah menjauhkan mereka dari rahmat-Nya. Kadar iman mereka hanya sedikit, mereka hanya mengimani sebagian isi kitab saja, dan hanya sedikit dari mereka yang beriman.
Kondisi sekarang, kalau sudah terbiasa dengan kemungkaran, hatinya menjadi keras, tertutup, terbelenggu dan tidak mudah untuk menerima kebenaran.

صُمٌّۢ  بُكْمٌ  عُمْيٌ  فَهُمْ  لَا  يَرْجِعُوْنَ
“Mereka tuli, bisu, dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 18)

Mereka itu tuli dan tidak bisa mendengarkan kebenaran, yakni enggan menerimanya, bisu tidak mau mengutarakannya, dan buta tidak bisa melihatnnya, sehingga mereka tidak bisa meninggalkan kemungkaran tersebut.

Doa untuk mendapatkan rahmat Allah SWT,

رَبَّنَاۤ  اٰمَنَّا  فَا غْفِرْ  لَـنَا  وَا رْحَمْنَا  وَاَ نْتَ  خَيْرُ  الرّٰحِمِيْنَ

“Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik.”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 109)