Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَيَسْتَعْجِلُوْنَكَ بِا لسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ وَقَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمُ الْمَثُلٰتُ ۗ وَاِ نَّ رَبَّكَ لَذُوْ مَغْفِرَةٍ لِّـلنَّا سِ عَلٰى ظُلْمِهِمْ ۚ وَاِ نَّ رَبَّكَ لَشَدِيْدُ الْعِقَا بِ
“Dan mereka meminta kepadamu agar dipercepat (datangnya) siksaan, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksaan sebelum mereka. Sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia atas kezaliman mereka, dan sungguh, Tuhanmu sangat keras siksaan-Nya.” (QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 6)
Rahmat Allah selalu terbuka bagi yang bertobat, tetapi keadilan-Nya tegas bagi yang tetap dalam kezaliman
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Setelah mendustakan Rasul dan mengingkari azab hari kiamat, mereka mengingkari pula azab di dunia yang telah diancamkan oleh Rasulullah kepada mereka. Mereka meminta kepadanya agar siksa yang telah diancamkan kepada mereka disegerakan datangnya. Semestinya mereka memohon kebaikan dan keselamatan dari turunnya azab dan mengharapkan pahala yang dijanjikan oleh Rasulullah di akhirat. Padahal bermacam-macam azab telah ditimpakan Allah kepada umat-umat yang mendustakan para rasul sebelumnya.
Di antara mereka ada yang diubah rupa dan sifatnya menjadi seperti kera, ada pula yang dihancurkan dengan gempa bumi, dan sebagainya. Tentang keadaan mereka yang lebih suka menantang turunnya azab daripada meminta kebaikan disebutkan pula dalam firman Allah: Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika (Al-Quran) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. (al-Anfal/8: 32)
Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai ampunan yang luas terhadap dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat dan menutupi kesalahan-kesalahannya pada hari kiamat. Seandainya tidak bersifat Maha Penyantun, tentu Allah akan menyiksa manusia karena kezalimannya. Firman Allah: Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini. (Fathir/35: 45)
Sesungguhnya siksaan Allah sangat pedih terhadap orang yang mengerjakan kejahatan dan terus bergelimang dalam kesesatan dan dosa. Ada sebagian azab yang disegerakan turunnya di dunia sebagai akibat dari berbagai dosa, seperti terganggunya kesehatan orang-orang yang biasa minum minuman keras, bangkrutnya orang-orang yang suka berjudi padahal sebelumnya kaya, dan seseorang koruptor yang dicopot dari kedudukannya yang tinggi karena terlibat soal korupsi dan manipulasi. Sering sekali ampunan dari Allah itu disebut berdampingan dengan siksaan agar seorang hamba Allah selalu berada di posisi tengah antara khauf dan raja (ketakutan terhadap azab Allah dan harapan memperoleh ampunan-Nya) seperti dalam firman Allah:
Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang. (al-Araf/7: 167).
“Rahmat Allah selalu terbuka bagi yang bertobat, tetapi keadilan-Nya tegas bagi yang tetap dalam kezaliman.”
1. Allah Tidak Tergesa Menghukum
Manusia sering zalim:
– Zalim kepada diri sendiri (lalai, maksiat)
– Zalim kepada orang lain (menyakiti, mengabaikan hak)
– Zalim kepada Allah (menunda taubat)
Tapi Allah tetap memberi:
– Waktu
– Nafas
– Kesempatan
– Pintu taubat
Artinya, selama kita masih diberi umur, itu tanda rahmat masih terbuka.
Ramadhan adalah bukti nyata:
Allah belum menutup pintu itu.
2. Jangan Salah Memahami Kesabaran Allah
Kadang orang merasa:
“Saya berbuat salah, tapi tidak terjadi apa-apa.”
Ayat ini mengingatkan:
Bukan karena Allah tidak melihat.
Bukan karena Allah ridha.
Tetapi karena Allah memberi kesempatan.
Kesabaran Allah bukan tanda pembiaran.
Ia adalah undangan untuk kembali.
3. Harapan dan Rasa Takut Harus Seimbang
Ayat ini menanamkan dua sayap hati:
– Harapan (raja’)
Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni.
– Rasa takut (khauf)
Tidak ada kezaliman yang aman dari keadilan Allah.
Jika hanya berharap tanpa takut → bisa meremehkan dosa.
Jika hanya takut tanpa harap → bisa putus asa.
Ramadhan melatih keseimbangan itu.
Allah tidak menutup pintu ampunan,
tetapi jangan menunda taubat karena merasa aman.
Rahmat-Nya luas.
Keadilan-Nya tegas.
Hati yang selamat adalah hati yang segera kembali.
Doa Malam 10 Terakhir
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”