أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكٰفِرِ يْنَ
“dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir.” (QS. Yunus 10:86)
Rahmat Allah adalah sumber perlindungan sejati dari segala keburukan
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menerangkan kelanjutan doa Bani Israil ketika mereka memohon kepada Allah agar mereka dilepaskan dari kekuasaan dan kekejaman Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya. Berabad-abad lamanya mereka dalam perbudakan Firaun dan mereka mengalami kerja paksa dan pekerjaan kasar lainnya yang hina dan tidak berperikemanusiaan.
Dengan rahmat-Nya, kaum beriman bisa diselamatkan dari kejahatan orang-orang kafir:
وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari (tipu daya) orang-orang kafir.” (QS. Yunus: 86)
Inti Ayat: Doa kaum beriman agar Allah menyelamatkan mereka dengan rahmat-Nya, bukan semata-mata karena kekuatan atau usaha mereka sendiri. Ini menunjukkan bahwa rahmat Allah adalah sumber perlindungan sejati dari segala keburukan.
Keutamaan-keutamaan Rahmat Allah dalam Al-Qur’an dan Hadis:
1.Rahmat Allah Lebih Luas dari Segala Sesuatu
“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS. Al-A‘raf: 156)
Artinya, tidak ada satu pun makhluk atau keadaan di luar cakupan kasih sayang Allah. Bahkan orang berdosa pun masih mendapat bagian dari rahmat-Nya.
2.Rahmat Allah Membuka Pintu Ampunan
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53)
Rahmat Allah menjadikan harapan dan pintu tobat selalu terbuka, seberat apa pun dosa seseorang.
3.Rahmat Allah Menjadi Sebab Masuk Surga
Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak seorang pun dari kalian akan masuk surga karena amalnya.” Para sahabat bertanya, “Termasuk engkau juga, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ya, termasuk aku, kecuali kalau Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Amal ibadah tidak cukup tanpa rahmat Allah—itulah yang benar-benar memasukkan hamba ke surga.
4.Rahmat Allah Menurunkan Ketenteraman
“Dia-lah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin agar bertambah iman mereka di samping iman yang sudah ada.” (QS. Al-Fath: 4)
Ketenteraman hati, lapangnya dada, dan keteguhan dalam ujian adalah bagian dari manifestasi rahmat Allah.
5.Rahmat Allah Menjadi Penyembuh
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra: 82)
Rahmat Allah juga tampak dalam Al-Qur’an sebagai obat hati dan jiwa.
Rahmat Allah adalah sumber keselamatan, ampunan, ketenteraman, kekuatan, dan kebahagiaan abadi. Maka tak heran jika para nabi, sahabat, dan orang-orang saleh selalu memohon agar setiap aspek hidup mereka dibalut dan dipandu oleh rahmat Allah.
Doa untuk mendapatkan rahmat dan hidayah;
رَبَّنَاۤ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَـنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
“Ya Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (QS. Al-Kahf 18: Ayat 10)