Pondasi Utaman Orang yang Ditinggikan Derajatnya oleh Allah SWT adalah Iman

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَهُوَ  الَّذِيْ  جَعَلَـكُمْ  خَلٰٓئِفَ  الْاَ رْضِ  وَرَفَعَ  بَعْضَكُمْ  فَوْقَ  بَعْضٍ  دَرَجٰتٍ  لِّيَبْلُوَكُمْ  فِيْ  مَاۤ  اٰتٰٮكُمْ  ۗ اِنَّ  رَبَّكَ  سَرِ يْعُ  الْعِقَا بِ  ۖ وَاِ نَّهٗ  لَـغَفُوْرٌ  رَّحِيْمٌ

“Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di Bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman, dan sungguh Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 165)

Orang yang ditinggikan derajatnya:

1.  Para rasul

‎تِلْكَ  الرُّسُلُ  فَضَّلْنَا  بَعْضَهُمْ  عَلٰى  بَعْضٍ  ۘ مِنْهُمْ  مَّنْ كَلَّمَ  اللّٰهُ  وَرَفَعَ  بَعْضَهُمْ  دَرَجٰتٍ  ۗ وَاٰ تَيْنَا  عِيْسَى  ابْنَ  مَرْ يَمَ  الْبَيِّنٰتِ  وَاَ يَّدْنٰهُ  بِرُوْحِ  الْقُدُسِ  ۗ وَلَوْ  شَآءَ  اللّٰهُ  مَا  اقْتَتَلَ  الَّذِيْنَ  مِنْۢ  بَعْدِهِمْ  مِّنْۢ  بَعْدِ  مَا  جَآءَتْهُمُ  الْبَيِّنٰتُ  وَلٰـكِنِ  اخْتَلَفُوْا  فَمِنْهُمْ  مَّنْ  اٰمَنَ  وَمِنْهُمْ  مَّنْ كَفَرَ  ۗ وَلَوْ  شَآءَ  اللّٰهُ  مَا  اقْتَتَلُوْا  ۗ وَلٰـكِنَّ  اللّٰهَ  يَفْعَلُ  مَا  يُرِ يْدُ

“Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Rohulqudus. Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya.” (QS. Al Baqarah 2: ayat 253)

‎وَاِ سْمٰعِيْلَ  وَا لْيَسَعَ  وَيُوْنُسَ  وَلُوْطًا  ۗ وَكُلًّا  فَضَّلْنَا  عَلَى  الْعٰلَمِيْنَ

“Dan Ismail, Ilyasa’, Yunus, dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) di atas umat lain (pada masanya),” (QS. Al-An’am 6: Ayat 86)

2. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa.

اَلَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  وَ  هَا جَرُوْا  وَجَاهَدُوْا  فِيْ  سَبِيْلِ  اللّٰهِ  بِاَ مْوَا لِهِمْ  وَاَ نْفُسِهِمْ  ۙ اَعْظَمُ  دَرَجَةً  عِنْدَ  اللّٰهِ  ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ  هُمُ  الْفَآئِزُوْنَ

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.”(QS. At-Taubah 9: Ayat 20)

‎لَا  يَسْتَوِى  الْقَا عِدُوْنَ  مِنَ  الْمُؤْمِنِيْنَ  غَيْرُ  اُولِى  الضَّرَرِ  وَا لْمُجَاهِدُوْنَ  فِيْ  سَبِيْلِ  اللّٰهِ  بِاَ مْوَا لِهِمْ  وَاَ نْفُسِهِمْ  ۗ فَضَّلَ  اللّٰهُ  الْمُجٰهِدِيْنَ  بِاَ مْوَا لِهِمْ  وَاَ نْفُسِهِمْ  عَلَى  الْقٰعِدِيْنَ  دَرَجَةً  ۗ وَكُلًّا  وَّعَدَ  اللّٰهُ  الْحُسْنٰى  ۗ وَفَضَّلَ  اللّٰهُ  الْمُجٰهِدِيْنَ  عَلَى  الْقٰعِدِيْنَ  اَجْرًا  عَظِيْمًا

“Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 95)

3. Orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan.

وَمَنْ  يَّأْتِهٖ  مُؤْمِنًا  قَدْ  عَمِلَ  الصّٰلِحٰتِ  فَاُ ولٰٓئِكَ  لَهُمُ  الدَّرَجٰتُ  الْعُلٰى

“Tetapi barang siapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia),” (QS. Ta-Ha 20: Ayat 75)

4. Orang yang beriman dan berilmu

يٰۤاَ يُّهَا  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْۤا  اِذَا  قِيْلَ  لَـكُمْ  تَفَسَّحُوْا  فِى  الْمَجٰلِسِ  فَا فْسَحُوْا  يَفْسَحِ  اللّٰهُ  لَـكُمْ  ۚ وَاِ ذَا  قِيْلَ  انْشُزُوْا  فَا نْشُزُوْا  يَرْفَعِ  اللّٰهُ  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  مِنْكُمْ  ۙ وَا لَّذِيْنَ  اُوْتُوا  الْعِلْمَ  دَرَجٰتٍ  ۗ وَا للّٰهُ  بِمَا  تَعْمَلُوْنَ  خَبِيْرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 11).

Allah menjanjikan pahala yang baik berupa syurga untuk orang orang yang dinaikkan derajatnya.

اُنْظُرْ  كَيْفَ  فَضَّلْنَا  بَعْضَهُمْ  عَلٰى  بَعْضٍ  ۗ وَلَـلْاٰ خِرَةُ  اَكْبَرُ  دَرَجٰتٍ  وَّاَكْبَرُ  تَفْضِيْلًا
“Perhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan akhirat lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaannya.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 21)

Semoga kita termasuk orang orang yang dinaikkan derajatnya baik di dunia maupun di akherat.