Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
الٓـمّٓـصٓ
“Alif Lam Mim Shad.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 1)
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-A’raf Ayat 1; Alif laam miim, shaad. Huruf-huruf abjad pada permulaan surah ini mengisyaratkan kemukjizatan Al-Qur’an. Beberapa surah dalam alqur’an, memang, dibuka dengan huruf abjad seperti , aalif laam miim, alif laam raa, alif, laam, miim, shaat, dan sebagainya. Makna huruf-huruf itu hanya Allah yang tahu. Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah nama surah dan ada pula yang berpendapat bahwa gunanya untuk menarik perhatian, atau untuk menunjukkan mukjizat Al-Qur’an, karena Al-Qur’an disusun dari rangkaian huruf-huruf abjad yang digunakan dalam bahasa bangsa arab sendiri. Meskipun demikian, mereka tidak pernah mampu untuk membuat rangkaian huruf-huruf itu menjadi seperti Al-Qur’an. Pada akhir surah yang lalu dijelaskan tentang turunnya Al-Qur’an, untuk apa ia diturunkan, perintah untuk mengikutinya, dan ancaman bagi orang yang mengabaikan tuntunannya.
Surah ini diawali dengan menyebut kembali Al-Qur’an yang dibicarakan pada surah al-an’a’m itu dan keharusan mengikuti tuntunannya. Inilah kitab yang diturunkan melalui malaikat jibril kepadamu, wahai rasulullah, sebagai penghormatan untukmu, maka janganlah engkau sesak dada karenanya akibat takut terhadap orang kafir yang akan mendustakanmu. Tugasmu adalah menyampaikan Al-Qur’an agar engkau memberi peringatan dengan kitab itu kepada kaummu dan sekalian manusia akan akibat dari dosa yang mereka lakukan, dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman, karena merekalah yang paling siap memanfaatkan isi kandungannya. Al-qur’an mempunyai fungsi yang demikian agung, maka Allah memerintahkan manusia untuk mengikuti ajarannya.
Menurut Muhammad Quraish Shihab; AL-A’RAF ( TEMPAT TERTINGGI ANTARA SURGA DAN NERAKA ) ( 1 ) Pendahuluan: Makkiyyah, 206 ayat ~ Surat yang berisi 206 ayat ini termasuk kelompok surat Makkiyyah yang diturunkan di Mekkah, kecuali ayat 163 sampai ayat 170 yang diturunkan di Madinah.
Permulaan surat ini merupakan kelanjutan dari bagian akhir surat al-An’âm.
Setelah pada bagian akhir surat al-An’âm itu dibicarakan tentang hewan ternak, awal surat al-A’râf mengandung kisah awal mula penciptaan manusia.
Diceritakan, misalnya, kisah penciptaan Adam dan Hawâ’, kisah keluarnya mereka dari dalam surga akibat godaan setan, keterangan lebih lanjut mengenai godaan setan yang terus menerus kepada manusia dalam pakaian dan makanan.
Seperti surat-surat yang lain, surat ini pun menyinggung perintah mengamati dan menghayati sistem yang begitu teratur di dalam langit dan bumi.
Selain itu, surat al-A’râf mengandung beberapa kisah. Di antaranya kisah Nabi Nûh, Nabi Hûd dengan pengikutnya, kaum ’Ad, Nabi Shâlih dengan kaum Tsamûd yang terkenal kuat dan memiliki kekayaan, Nabi Lûth dengan kaumnya dan tindakan makar yang mereka lakukan dan Nabi Syu’ayb dengan penduduk Madyan.
Juga kisah-kisah nyata yang mengandung nasihat dan pelajaran. Setelah itu dalam surat ini Allah mengisahkan cerita Nabi Mûsâ a.s dan Fir’aun.
Sebagai penutup, surat ini menggambarkan nasib orang yang telah mendapat petunjuk kemudian terlepas lagi akibat godaan setan yang semestinya tidak terjadi.
Di samping itu, juga ajakan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW yang benar.
( 1 ) Al-A’râf adalah pembatas antara surga dan neraka yang mempunyai pintu.
Kata a’râf adalah bentuk jamak dari ’urf yang berarti ’sesuatu yang tinggi’ atau ’sesuatu yang terhormat’.
Dinamakan demikian, karena pembatas antara surga dan neraka itu sangat tinggi.
سَمِعْنَا وَاَ طَعْنَا غُفْرَا نَكَ رَبَّنَا وَاِ لَيْكَ الْمَصِيْرُ
Sami’na wa atho’na ghufronaka robana wa ilaykal mashir
“Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 285)