Perintah untuk Tetap Sabar dalam Berbuat Baik

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَا صْبِرْ  فَاِ نَّ  اللّٰهَ  لَا  يُضِيْعُ  اَجْرَ  الْمُحْسِنِيْنَ

“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud 11: Ayat 115)

Perintah untuk tetap sabar dalam berbuat baik, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebajikan

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada ayat ini, Allah swt memerintahkan supaya berlaku sabar. Yang dimaksud dengan sabar dalam ayat ini ialah tabah dan tahan menghadapi segala kesulitan dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sabar dan salat adalah dua amal yang kembar yang dapat dijadikan penolong untuk dapat mengatasi segala kesulitan yang dihadapi, sehingga dengan mudah dapat sampai kepada yang dicita-citakan. Tidak sedikit ayat yang menganjurkan supaya sabar dan salat itu dijadikan penolong. Antara lain firman Allah:

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar”. (al-Baqarah/2: 153)

Dan firman-Nya: “Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang” thaha/20: 130)

Ayat ini disudahi dengan suatu penegasan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan seperti sabar, tetapi Allah akan menyempurnakan pahalanya sebagaimana firman-Nya:
Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas. (az-Zumar/39: 10)

Berdasarkan tafsir Kemenag Surah Hud ayat 115, agar seseorang dapat berlaku sabar, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Meneguhkan niat untuk taat kepada Allah, menyadari bahwa setiap perintah dan larangan Allah mengandung kebaikan, sehingga kesabaran menjadi bagian dari ketaatan dan bukti iman.
  2. Menjadikan salat sebagai sumber kekuatan batin, karena salat menenangkan hati, mengingatkan pada kehadiran Allah, dan menumbuhkan ketabahan dalam menghadapi ujian.
  3. Memohon pertolongan kepada Allah dengan doa dan dzikir, seperti yang diperintahkan dalam Al-Baqarah 2:153 dan Thaha 20:130, dzikir dan tasbih membantu menjaga hati agar tetap tenang dan tidak putus asa.
  4. Melatih diri menghadapi kesulitan dengan tabah dan tidak tergesa-gesa, memahami bahwa ujian adalah bagian dari perjalanan menuju kesempurnaan iman dan pahala besar di sisi Allah.
  5. Mengingat janji Allah bahwa pahala orang sabar tidak akan disia-siakan, keyakinan ini menumbuhkan kekuatan untuk terus bersabar dan berbuat baik meski menghadapi kesulitan.

Jadi, cara agar bisa sabar menurut tafsir ayat ini adalah dengan memperkuat salat, memperbanyak dzikir, meneguhkan niat taat, dan meyakini bahwa Allah akan membalas kesabaran tanpa batas.

Untuk bisa berlaku sabar seperti yang diperintahkan dalam Hud 115, kita harus:

  • Sabar dalam menjalankan ketaatan,
  • Sabar dalam menahan diri dari maksiat, dan
  • Sabar dalam menghadapi ujian hidup,

Doa Nabi Muhammad ﷺ untuk kesabaran dan keteguhan

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا مُطْمَئِنَّةً تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ

“Allahumma inni as’aluka nafsan muthma’innah tu’minu biliqaa’ika, wa tardha biqadhaa’ika, wa taqnau bi’athaa’ika.”

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang tenang, yang beriman dengan perjumpaan dengan-Mu, yang ridha terhadap takdir-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu.” (HR. Ahmad, dinilai hasan oleh Al-Albani)