أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
يٰبَنِيَّ اذْهَبُوْا فَتَحَسَّسُوْا مِنْ يُّوْسُفَ وَاَ خِيْهِ وَلَا تَا۟يْـئَسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ ۗ اِنَّهٗ لَا يَا۟يْـئَسُ مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْكٰفِرُوْنَ
“Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.” (QS. Yusuf 12: Ayat 87)
Perintah untuk tetap berihtiar serta larangan berputus asa dari rahmat Allah
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Selanjutnya Yakub berkata kepada anak-anaknya bahwa ia tahu bahkan yakin mimpi Yusuf dulu itu benar dan ia akan sujud menghormatinya. Kalau mereka berpendapat lain, Yakub mengingatkan anak-anaknya bahwa satu saat Allah swt akan memperlihatkan kebenaran pendapatnya itu. Untuk itu, ia meminta anak-anaknya untuk kembali ke Mesir menyelidiki sampai mendapat berita yang pasti tentang Yusuf dan adiknya Bunyamin serta tidak berputus asa karena Allah telah berfirman: Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat. (al-hijr/15:56)
Orang-orang mukmin tidak akan berputus asa karena musibah yang menimpanya, dan tidak goyah imannya karena bahaya yang melanda. Mereka bersabar dan tabah menghadapi segala kesulitan yang dialaminya. Ia dengan rela penuh ikhlas menerima takdir dari Allah swt dengan keyakinan bahwa suatu saat nanti Allah akan menghilangkan semua kesulitan itu, sebagaimana firman-Nya: Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. (al-hajj/22: 38)
Tadabur dari QS. Yusuf ayat 87 antara lain:
- Larangan berputus asa dari rahmat Allah, seberat apa pun masalah, seorang mukmin harus tetap menyimpan harapan kepada Allah.
- Ikhtiar harus terus dilakukan, Nabi Ya‘qub tetap memerintahkan anak-anaknya untuk mencari Yusuf dan saudaranya, menunjukkan usaha tidak boleh berhenti.
- Husnuzan kepada Allah, keyakinan bahwa pertolongan Allah pasti ada, meski jalan keluarnya belum terlihat.
- Putus asa adalah sifat orang kafir, ayat ini menegaskan bahwa kehilangan harapan kepada Allah bertentangan dengan iman.
- Kesabaran yang aktif, sabar bukan berarti diam, tetapi sabar sambil terus berusaha dan berdoa.
Ayat ini mengajarkan keseimbangan antara iman, harapan, dan usaha dalam menghadapi ujian hidup.
Dalam Islam, berputus asa dari rahmat Allah bukan hanya soal perasaan, tetapi juga cara berpikir dan kata-kata yang keluar dari lisan.
Allah berfirman: “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53)
Kata-kata yang sering muncul dari orang yang berputus asa
Biasanya orang yang berputus asa tidak selalu sadar bahwa ucapannya mencerminkan keputusasaan. Contohnya:
•“Sudah tidak ada harapan.”
•“Percuma berdoa.”
•“Allah tidak mungkin mengampuni saya.”
•“Ini sudah takdir buruk, tidak bisa diubah.”
Doa agar tidak berputus asa dari rahmat Allah;
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَتَكَ، وَلَا تَجْعَلْنِي مِنَ الْقَانِطِينَ، وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَرَجِكَ وَأَمَلِكَ.
“Ya Allah, aku memohon rahmat-Mu, jangan Engkau jadikan aku termasuk orang-orang yang berputus asa, dan bukakanlah bagiku pintu-pintu kelegaan serta harapan dari-Mu.”