Peringatan dan Kabar Gembira Telah Disampaikan Nabi-Nya, Pertanyaannya: Kita Peduli atau tidak?

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اَ  لَّا  تَعْبُدُوْۤا  اِلَّا  اللّٰهَ  ۗ اِنَّنِيْ  لَـكُمْ  مِّنْهُ  نَذِيْرٌ  وَّبَشِيْرٌ
“agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira dari-Nya untukmu,” (QS. Hud 11: Ayat 2)
Sebagai umat Nabi Muhammad, mau enggak kita diberi peringatan? Mau enggak kita menerima kabar gembira? Itu semua sudah Allah sampaikan lewat Nabi-Nya. Pertanyaannya: kita peduli atau tidak?
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI;  Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dengan susunan dan redaksi ayat-ayat yang rapi dan dengan uraian yang terperinci agar manusia yakin bahwa Al-Quran dari Allah, berisi petunjuk-petunjuk dan larangan-Nya, terutama larangan menyembah selain Allah. Oleh karena itu, ayat ini dimulai dengan larangan tersebut. Rasul saw hanyalah pembawa peringatan akan siksa Allah kepada mereka yang mempersekutukan Allah, dan pembawa kabar gembira tentang pahala bagi mereka yang taat dan tulus ikhlas dalam menyembah Allah. Menyeru manusia menyembah Allah merupakan tugas para rasul sejak zaman dahulu.
Firman Allah: Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku. (al-Anbiya/21: 25)
Dalam Surah Hûd ayat 2, Allah SWT menegaskan peran Rasul Muhammad ﷺ sebagai pembawa peringatan (nadzîr) dan pembawa kabar gembira (basyîr).
“Janganlah kamu menyembah selain Allah”: Ini adalah inti dari dakwah tauhid, mengesakan Allah dan menjauhi syirik.
“Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira dari-Nya”:
  • Pemberi peringatan (نَذِيرٌ): Rasul saw memperingatkan manusia tentang azab dan akibat buruk dari menyekutukan Allah serta melanggar perintah-Nya.
  • Pembawa kabar gembira (بَشِيرٌ): Rasul saw menyampaikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman, beramal saleh, dan mengikuti petunjuk Allah, yaitu berupa ampunan dan surga.
Tugas Rasul bukan untuk memaksa, tapi menyampaikan: memberi peringatan dan memberi kabar gembira.
Doa yang berhubungan dengan Nabi Muhammad, sebagai pemberi peringatan (nadhir) dan pembawa berita gembira (basyir):
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ، وَعَلَى آلِهِ وَسَلِّم، نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَنَبِيِّ التَّوْبَةِ، نَبِيِّ الْبَشِيرِ وَالنَّذِيرِ، نَبِيِّ الْمِلْحَمَةِ، وَالرَّوْفِ الرَّحِيمِ، كَمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى لَهُ.
Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammadin an-nabiyyil-ummiyyi wa ‘alā ālihi wa sallim, nabiyyir-raḥmah, wa nabiyyit-tawbah, nabiyyil-bashīr wan-nadhīr, nabiyyil-milḥamah, war-ra’ūfir-raḥīm, kamā tuḥibbu wa tarḍā lah.
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad, Nabi yang ummi, dan kepada keluarga beliau. Nabi pembawa rahmat, Nabi taubat, Nabi pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, Nabi peperangan, yang sangat penyantun dan penyayang, sebagaimana Engkau mencintainya dan meridhainya.”