Bertobat dan Memohon Ampun, Niscaya Akan Diberi Kenikmatan yang Baik dan Ditangguhkan Azab-Nya

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَّاَنِ  اسْتَغْفِرُوْا  رَبَّكُمْ  ثُمَّ  تُوْبُوْۤا  اِلَيْهِ  يُمَتِّعْكُمْ  مَّتَا عًا  حَسَنًا  اِلٰۤى  اَجَلٍ  مُّسَمًّى  وَّ  يُؤْتِ  كُلَّ  ذِيْ  فَضْلٍ  فَضْلَهٗ  ۗ وَاِ نْ  تَوَلَّوْا  فَاِ نِّيْۤ  اَخَا فُ  عَلَيْكُمْ  عَذَا بَ  يَوْمٍ  كَبِيْرٍ

“dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat).”(QS. Hud 11: Ayat 3)

Bertobat dan mohon ampun, niscaya akan diberi kenikmatan yang baik dan ditangguhkan azab-Nya

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Nabi Muhammad saw menyeru kaum musyrikin untuk memohon ampun kepada Tuhan terhadap dosa perbuatan-perbuatan syirik, kekafiran, dan kejahatan yang telah mereka lakukan. Sesudah itu hendaklah mereka kembali kepada Allah, dengan taat melakukan perintah-Nya dan beribadah kepada Allah sepenuh hati tidak menyembah selain Allah, seperti patung-patung dan berhala-berhala dan lain sebagainya. Jika mereka pernah berbuat demikian, hendaklah mereka minta ampun dan bertobat dengan teguh dan terus menerus. Allah niscaya akan mengampuni mereka dan memberi rezeki yang melimpah, kemakmuran, kesehatan, dan kesejahteraan sampai akhir hayat mereka. Demikianlah, keimanan yang tulus kepada Allah dan Rasul dari setiap individu, merupakan faktor utama yang menyebabkan kemakmuran dan kebahagiaan hidup.

Firman Allah: Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (an-Nahl/16: 97)

Selain memberikan kenikmatan hidup di dunia bagi orang-orang yang beriman, Allah juga memberikan kepada orang yang mempunyai keutamaan, seperti orang yang memiliki ilmu pengetahuan atau karya besar, ganjaran di dunia dan pahala di akhirat. Tetapi bilamana manusia berpaling dari keimanan dan tidak bertobat bahkan terus menerus dalam kemusyrikan, kemaksiatan, dan kerusakan akhlak, mereka akan mengalami kehancuran atau kemelaratan hidup sesuai dengan Sunatullah pada umat manusia dan azab Allah di hari akhirat.

Allah mengajarkan bahwa jalan menuju kehidupan yang baik dan terhindar dari azab adalah dengan bertobat dan memohon ampun. Tobat bukan sekadar meninggalkan dosa, tapi juga jalan untuk mendapatkan rahmat dan nikmat-Nya.

Tadabur ;
– Tobat dan istighfar adalah kunci perbaikan hidup.
– Kenikmatan yang baik bukan hanya materi, tapi juga ketenangan jiwa dan berkah hidup.
– Penundaan azab adalah bentuk kasih sayang Allah, memberi waktu untuk berubah.
– Ayat ini mengajak optimis, bahwa siapa pun bisa kembali dan diberi kebaikan oleh Allah.

Dengan tobat dan istighfar, hidup jadi berkah, azab dijauhkan. Itulah kasih sayang Allah.

Doa agar dimudahkan untuk bertobat dan memohon ampun:

اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى تَوْبَتِكَ، وَيَسِّرْ لِيَ الاِسْتِغْفَارَ، وَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي كُلَّهَا، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Allāhumma yā Muqallibal-qulūb, thabbit qalbī ‘alā tawbatik, wa yassir līl-istighfār, waghfir lī dhunūbī kullahā, innaka Antat-Tawwābur-Raḥīm.

“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas tobat kepada-Mu, mudahkan aku untuk beristighfar, dan ampunilah seluruh dosaku. Sungguh, Engkau Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”