Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قَا لُوْا يٰمُوْسٰۤى اِمَّاۤ اَنْ تُلْقِيَ وَاِ مَّاۤ اَنْ نَّكُوْنَ نَحْنُ الْمُلْقِيْنَ
“Mereka (para pesihir) berkata, Wahai Musa! Engkaukah yang akan melemparkan lebih dahulu, atau kami yang melemparkan?” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 115)
Percaya diri berlebihan akan kemampuan dan keampuhan sihirnya
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Setelah mendapat jawaban dan janji yang menggembirakan dari Firaun tersebut, maka ahli-hli sihir lalu menoleh kepada Nabi Musa dan mereka berkata kepadanya: “Siapakah yang akan memulai lebih dahulu, kamu atau kami?”
Tantangan mereka ini menunjukkan bahwa para ahli sihir Firaun sangat percaya diri dan sangat membanggakan keampuhan sihirnya.
Mereka tidak memperdulikan akibat yang akan menimpa diri mereka, seandainya mereka tidak mampu membuktikan keampuhan sihirnya, kalau tidak karena percaya diri yang berlebihan ini pastilah mereka tidak akan memberikan kesempatan lebih dahulu kepada musuhnya.
Penyihir di Mesir kuno bukanlah sekadar penyihir. Mereka memiliki status khusus. Beberapa firaun pun seorang penyihir. Arkeolog Mesir Zahi Hawass percaya bahwa firaun mengetahui sihir sejak lama. Pengetahuan mereka tentang sihir mendahului pengetahuan mereka tentang menulis.
Mereka telah mengenal tulisan 5200 tahun yang lalu. Kelas ilmu sihir yang paling terkenal di Mesir kuno adalah kelas pendeta tertentu yang disebut “al-Kahanah al-Murtalun. Sihir diajarkan di kuil, dan tidak semua orang diizinkan untuk mempelajarinya…
Begitu percaya dirinya atas kemampuan dan keampuhan sihir sehingga menimbulkan kepercayaan diri yang berlebihan, percaya diri yang berlebihan dilarang dalam Islam.
Percaya diri yang berlebihan dapat menjadi bentuk kesombongan atau takabur, yang dilarang dalam Islam karena bertentangan dengan prinsip kesederhanaan, ketaatan, dan kerendahan hati. Islam mengajarkan untuk tetap mengakui bahwa segala yang kita miliki berasal dari Allah, dan bahwa kita sebagai manusia harus selalu merendahkan diri di hadapan-Nya. Kesombongan dapat menghalangi seseorang dari melakukan introspeksi, belajar dari kesalahan, dan merasakan empati terhadap orang lain. Sebaliknya, Islam mendorong untuk memiliki kepercayaan diri yang seimbang, didasarkan pada keyakinan pada Allah dan kemampuan yang diberikan-Nya kepada kita.
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyombongkan diri karena kaya. Dari kehinaan karena miskin. Wahai Dzat yang apabila berjanji pasti memenuhinya. Jika mengancam lalu memaafkannya. Ampunilah bagi orang yang merasa zhalim dan kemudian menyesali diri.