Orang Yahudi Diberi Kelebihan oleh Allah SWT, Tapi tidak Bersyukur

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَا لُوْا  لَنْ  تَمَسَّنَا  النَّا رُ  اِلَّاۤ  اَيَّا مًا  مَّعْدُوْدَةً   ۗ قُلْ  اَتَّخَذْتُمْ  عِنْدَ  اللّٰهِ  عَهْدًا  فَلَنْ  يُّخْلِفَ  اللّٰهُ  عَهْدَهٗۤ  اَمْ  تَقُوْلُوْنَ  عَلَى  اللّٰهِ  مَا  لَا  تَعْلَمُوْنَ
“Dan mereka berkata, Neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja. Katakanlah, Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, ataukah kamu mengatakan tentang Allah, sesuatu yang tidak kamu ketahui?”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 80)

Dalam ayat ini disebutkan lagi segi lain dari kedurhakaan orang Yahudi yaitu mengenai anggapan mereka bahwa mereka tidak akan dibakar oleh api neraka kecuali hanya beberapa hari saja. Maksudnya, mereka tidak kekal di dalam neraka karena menganggap diri mereka adalah putra dan kekasih Allah.

Kebanyakan orang Yahudi berpendapat bahwa mereka dimakan api selama tujuh hari. Karena umur dunia menurut pendapat mereka 7000 tahun, maka siapa di antara mereka yang tidak memperoleh keselamatan dan kemenangan serta kebahagiaan, mereka akan mendekam dalam neraka selama 7 hari. Sehari untuk tiap 1000 tahun.

Orang Yahudi diberi kelebihan oleh Allah SWT, tapi tidak bersyukur. Allah SWT memberikan sejumlah kelebihan dan nikmat kepada Bani Israil. Kelebihan ini Allah SWT ingatkan dalan Alquran Al-Baqarah ayat 47:

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu, dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini
Pelajaran untuk kita, kalau kita diberi kelebihan jangan membuat kita sombong dan lupa diri.

Doa agar terhindar dari sifat sombong:

Allahuma ahyini miskinan, wa amitni miskinan, wahsyurni fi zumratil masakin.

“Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan khusyu dan rendah hati dan matikanlah aku dalam keadaan khusyu dan rendah hati dan kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang yang khusyu dan rendah hati”. (HR Tirmidzi).