Select Education Level
Please select an education level to begin registration.

Allah subhaanahu wata’aala berfirman;
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
لِلَّذِيْنَ اسْتَجَا بُوْا لِرَبِّهِمُ الْحُسْنٰى ۗ وَا لَّذِيْنَ لَمْ يَسْتَجِيْبُوْا لَهٗ لَوْ اَنَّ لَهُمْ مَّا فِى الْاَ رْضِ جَمِيْعًا وَّمِثْلَهٗ مَعَهٗ لَا فْتَدَوْا بِهٖ ۗ اُولٰٓئِكَ لَهُمْ سُوْٓءُ الْحِسَا بِ ۙ وَمَأْوٰٮهُمْ جَهَـنَّمُ ۗ وَبِئْسَ الْمِهَا دُ
“Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhan, mereka (disediakan) balasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan-Nya, sekiranya mereka memiliki semua yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak itu lagi, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu. Orang-orang itu mendapat hisab (perhitungan) yang buruk dan tempat kediaman mereka Jahanam, dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.” (QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 18).
Memenuhi seruan Allah mendapat balasan terbaik, dan menolak seruan-Nya mendapat hisab yang buruk
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, mengikuti semua perintah-Nya, dan membenarkan apa yang diturunkan oleh Allah kepada rasul-Nya, disediakan pembalasan yang baik, yang bersih dari segala penderitaan dan kesusahan dan kekal selama-lamanya. Sesuai dengan firman Allah: Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). (Yunus/10: 26)
Dan firman-Nya: Adapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka dia mendapat (pahala) yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah-mudah. (al-Kahf/18: 88)
Bagi mereka yang tidak memenuhi seruan Allah, tidak menaati-Nya, tidak mengikuti perintah-Nya dan tidak mencegah diri dari larangan-Nya, ada bermacam-macam perlakuan dan azab, di antaranya:
Ar rad 18 menggunakan kata استجابوا (istajâbû) → memenuhi / merespon seruan dengan kesungguhan
Manusia dihadapkan pada pilihan: ber-istijābah kepada seruan Allah atau mengabaikannya. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul.” (QS Al-Anfal: 24).
Salah satu bentuk seruan itu adalah kewajiban shaum Ramadhan: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa…” (QS Al-Baqarah: 183).
Di sinilah bentuk seruan langsung Allah: “Yā ayyuhalladzīna āmanū…” “Wahai orang-orang yang beriman…”
Itu adalah panggilan kehormatan. Artinya, Ramadhan bukan sekadar datangnya bulan, tetapi datangnya panggilan Allah kepada orang beriman. Ramadhan adalah seruan Allah. Allah memanggil dengan panggilan iman, bukan dengan ancaman.
“Wahai orang-orang yang beriman…”
Seakan-akan Allah berkata: Jika engkau merasa beriman, maka jawablah panggilan-Ku. Shaum bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia adalah bentuk jawaban atas seruan langit. Maka orang yang berpuasa dengan sungguh-sungguh sebenarnya sedang berkata: “Labbaik ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu.”
Dan siapa yang menjawab seruan itu dengan iman dan kesungguhan, baginya al-husna — balasan terbaik. Sebaliknya, siapa yang Ramadhan datang lalu berlalu tanpa kesungguhan, tanpa perubahan, tanpa taubat, maka ia sedang mengabaikan panggilan itu. Padahal kelak, tidak ada harta, tidak ada dunia, tidak ada tebusan yang bisa mengganti satu Ramadhan yang disia-siakan.
Karena itu, Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi bulan ujian: Apakah kita menjawab seruan Allah, atau membiarkannya berlalu begitu saja?
Doa Agar Diberi Hati yang Responsif terhadap seruan Allah:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنِ اسْتَجَابَ لَكَ وَلِرَسُولِكَ، وَارْزُقْنَا الْحُسْنَى فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Allahumma’j‘alnā mimman istajāba laka wa li rasūlika, warzuqnā al-husnā fid-dunyā wal-ākhirah.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memenuhi seruan-Mu dan Rasul-Mu, dan karuniakanlah kepada kami balasan terbaik di dunia dan akhirat.