Memberi Salam ketika Berkunjung ke Rumah Orang, dan Wajib Hukumnya Menjawab Salam

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَلَقَدْ  جَآءَتْ  رُسُلُنَاۤ  اِبْرٰهِيْمَ  بِا لْبُشْرٰ ى  قَا لُوْا  سَلٰمًا  ۗ قَا لَ  سَلٰمٌ  فَمَا  لَبِثَ  اَنْ  جَآءَ  بِعِجْلٍ  حَنِيْذٍ

“Dan para utusan Kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, Selamat. Dia (Ibrahim) menjawab, Selamat (atas kamu). Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.” (QS. Hud 11: Ayat 69)

Memberi salam ketika berkunjung ke rumah orang, dan wajib hukumnya menjawab salam

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; setelah dijelaskan kisah kaum Tsamud dan kedurhakaan mereka serta kesudahannya, kemudian dipaparkan kisah Nabi Ibrahim dan keluarganya ketika kedatangan tamu-tamu mulia yang tidak lain adalah para malaikat. Dan para utusan Kami, yakni para malaikat telah datang kepada Nabi Ibrahim dengan membawa kabar gembira tentang kelahiran putranya kelak yang akan lahir dari rahim Sarah istrinya, kemudian cucu yang akan lahir dari keturunannya, mereka mengucapkan, “Selamat, semoga keselamatan dan kebahagiaan selalu tercurah padamu wahai Nabi Ibrahim.” Kemudian dia -Nabi Ibrahim- pun menjawab, “Selamat semoga kebahagiaan yang sempurna itu menyertaimu selamanya.” Maka tidak lama kemudian sebagaimana layaknya tuan rumah yang baik, Nabi Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang untuk menjamu tamunya (Lihat: Surah az-Zariyat/51: 24-26). Ayat ini menganjurkan, memberi salam ketika berkunjung ke rumah orang, dan wajib hukumnya menjawab salam.

وَاِ ذَا  حُيِّيْتُمْ  بِتَحِيَّةٍ  فَحَيُّوْا  بِاَ حْسَنَ  مِنْهَاۤ  اَوْ  رُدُّوْهَا  ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  كَا نَ  عَلٰى  كُلِّ  شَيْءٍ  حَسِيْبًا

“Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (penghormatan itu yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 86)

Mengucapkan dan menjawab salam adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam karena mengandung banyak keutamaan, baik dari sisi ibadah maupun sosial.

1. Salam adalah doa dan syiar Islam
– Lafaz salam “Assalāmu‘alaikum” artinya “Semoga keselamatan, rahmat, dan keberkahan Allah tercurah atas kalian.”
– Salam merupakan doa kebaikan yang kita berikan kepada sesama muslim.

2. Perintah langsung dari Allah dan Rasul-Nya
– Allah memerintahkan untuk membalas salam dengan balasan yang lebih baik atau minimal sepadan.
– Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk menyebarkan salam sebagai tanda iman dan kasih sayang antar sesama.

3. Menghidupkan rasa cinta dan persaudaraan
– Rasulullah SAW bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim).

4. Memperoleh pahala sesuai jumlah kata salam
Hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi:
-“Assalāmu‘alaikum” → pahala 10 kebaikan.
-“Assalāmu‘alaikum warahmatullāh” → pahala 20 kebaikan.
– “Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh” → pahala 30 kebaikan.

5. Menjadi tanda kerendahan hati dan akhlak mulia
– Mengucapkan salam lebih dulu adalah sunnah, bahkan Rasulullah ﷺ memulai salam kepada anak kecil sebagai teladan rendah hati.

6. Menjawab salam hukumnya wajib
– Bila ada orang memberi salam, maka wajib hukumnya menjawab dengan salam yang sepadan atau lebih baik.
– Tidak menjawab salam tanpa alasan yang benar bisa menjadi dosa, karena itu termasuk kewajiban sosial dalam Islam.

Mengucapkan salam membuka pintu kasih sayang, mempererat ukhuwah, menebar doa kebaikan, serta menjadi amalan yang bernilai pahala besar.

Doa agar mendapatkan keberkahan salam seperti yang diterima Nabi Ibrahim:

اللَّهُمَّ اجعلنا من أهلِ السَّلامِ، وافتح لنا أبوابَ السَّلامِ، وبارك لنا في السَّلامِ كما باركتَ على خليلكَ إبراهيمَ عليه السَّلامُ

Allāhummaj‘alnā min ahli-s-salām, waftah lanā abwāba-s-salām, wa bārik lanā fi-s-salām kamā bārakta ‘alā khalīlika Ibrāhīma ‘alayhis-salām.

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang mencintai salam, bukakanlah bagi kami pintu-pintu keselamatan, dan berkahilah kami dalam salam sebagaimana Engkau memberkahi kekasih-Mu, Ibrahim ‘alaihissalām.”