Larangan Memilih Pemimpin Kafir dalam QS Al Maidah Ayat 81

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَلَوْ  كَا نُوْا  يُؤْمِنُوْنَ  بِا للّٰهِ  وَا لنَّبِيِّ  وَمَاۤ  اُنْزِلَ  اِلَيْهِ  مَا  اتَّخَذُوْهُمْ  اَوْلِيَآءَ  وَلٰـكِنَّ  كَثِيْرًا  مِّنْهُمْ  فٰسِقُوْنَ

“Dan sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Muhammad) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai pemimpin. Tetapi banyak di antara mereka, orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 81)

Larangan Memilih Pemimpin Kafir

Tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H

81. “ Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa), dan kepada apa yang di turunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai penolong-penolong,” karena iman kepada Allah, kepada nabi, dan kepada apa yang di turunkan kepadanya menurut seorang hamba agar memberikan walanya (loyalitas) kepada Allah dan kepada para wali-waliNya dan memusuhi orang-orang kafir kapadaNya, memusuhiNya dan menenggelamkan diri di dalam kemaksiatan kepadaNya. Syarat perwalian Allah dan iman kepadaNya adalah hendaknya tidak mengangkat musuh-musuh Allah sebagai pemimpin. Syarat initidak ada pada mereka, maka akibat dari syarat itu pun tidak ada.

“ Tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik,” artinya, menyimpang dari ketaatan kepada Allah, iman kepadaNya dan iman kepada Nabi. Dan di antara kefasikan mereka adalah mengangkat musuh-musuh Allah sebagai pemimpin.

Terdapat banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang melarang ummat Islam memilih non muslim menjadi teman dekat dan pemimpinnya

لَا  يَتَّخِذِ  الْمُؤْمِنُوْنَ  الْكٰفِرِ يْنَ  اَوْلِيَآءَ  مِنْ  دُوْنِ  الْمُؤْمِنِيْنَ  ۚ وَمَنْ  يَّفْعَلْ  ذٰلِكَ  فَلَيْسَ  مِنَ  اللّٰهِ  فِيْ  شَيْءٍ  اِلَّاۤ  اَنْ  تَتَّقُوْا  مِنْهُمْ  تُقٰٮةً  ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ  اللّٰهُ  نَفْسَهٗ  ۗ وَاِ لَى  اللّٰهِ  الْمَصِيْرُ

“Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya, dan hanya kepada Allah tempat kembali.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 28)

يٰۤـاَيُّهَا  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  لَا  تَتَّخِذُوا  الْيَهُوْدَ  وَا لنَّصٰرٰۤى  اَوْلِيَآءَ  ۘ بَعْضُهُمْ  اَوْلِيَآءُ  بَعْضٍ  ۗ وَمَنْ  يَّتَوَلَّهُمْ  مِّنْكُمْ  فَاِ نَّهٗ  مِنْهُمْ  ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  لَا  يَهْدِى  الْقَوْمَ  الظّٰلِمِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 51).

Sami’na wa atho’na, kami dengar dan kami laksanakan…

Semoga kita sebagai muslim memilih pemimpin yang jelas keislamannnya, jelas kesholehannya…